oleh

Gara-gara Tarif Bus Naik, Kerusuhan di Chile Meluas

Chile, Radar Pagi – Kerusuhan yang dipicu aksi demonstrasi di Chile sudah memasuki hari kelima. Kondisi itu membuat penduduk kesulitan mendapatkan bahan makanan dan bahan bakar, serta khawatir harta benda mereka dijarah.

Dilansir Associated Press, Rabu (23/10/2019), korban tewas dalam kerusuhan di Chile sudah mencapai 15 orang dan diperkirakan bakal terus bertambah bila kerusuhan semakin meluas.

Sebagian besar dari korban tewas akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar oleh sesama penjarah dan perusuh.

Demonstran dan polisi masih terlibat bentrokan di sejumlah wilayah. Sedangkan para penjarah menyerbu toko-toko di Ibu Kota Santiago dan kota-kota lainnya.

Pemerintah setempat sudah memutuskan menetapkan status darurat nasional terhadap delapan dari 16 provinsi di negara itu. Jam malam juga diterapkan dan seluruh sekolah masih diliburkan akibat status darurat nasional.

Maskapai penerbangan Chile, LATAM, menyatakan harus membatalkan 200 penerbangan dari dan menuju negara itu pada pekan lalu akibat kerusuhan.

Di Kota Santiago massa terus mengamuk. Kantor surat kabar tertua di Chile, Mercurio, yang terletak di Kota Valparaiso ikut hangus akibat dibakar massa.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah menerjunkan tentara untuk meredam unjuk rasa. Selama tiga dasawarsa, baru kali ini tentara dikerahkan guna membantu polisi di sana.

Polisi dan tentara ditugaskan untuk menjaga sejumlah swalayan, namun tetap saja hal itu membuat warga setempat kesulitan membeli kebutuhan pokok, karena pasokan barang terhenti.

“Swalayan besar tetap tutup dan toko di dekat rumah saya sudah kehabisan stok,” kata seorang warga, Carmen Fuentealba, yang berusaha membeli susu.

Gejolak di Chile dipicu kenaikan tarif transportasi umum khusus pada jam sibuk sebesar US$1,17 (sekitar Rp16 ribu). Padahal pada Januari lalu ongkos transportasi umum setempat juga sudah dinaikkan.

Pemerintah beralasan mengambil kebijakan itu karena kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar Peso yang melemah.

Masyarakat Chile juga mengkritik pemerintah karena lambatnya pertumbuhan ekonomi, dan mendesak untuk mengubah undang-undang tenaga kerja, perpajakan, serta jaminan pensiun.

Presiden Sebastian Piñera sudah menyatakan pemerintah bakal membatalkan usul kenaikan tarif transportasi umum, tetapi hal itu belum bisa menghentikan kerusuhan. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed