oleh

Kemarau Panjang, Sejumlah Desa di Kabupaten Malang Kesulitan Air Bersih

-NUSANTARA-776 views

Kab. Malang, Radar Pagi — Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami kekeringan.

Ketua Dewan Perwakilan Kecamatan (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, H. Siswanto SH mengatakan, jika kemarau berlangsung sampai tiga bulan, ancaman kekurangan air bersih siap menimpa warga.

Apalagi, menurut Siswanto, jika kondisi pipanisasi setempat kurang diperhatikan, warga akan semakin kesulitan mendapat air bersih.

Meski demikian, pihaknya memprediksi hujan akan segera turun pada bulan November dan puncaknya pada Desember 2019.

“Sebagai informasi tambahan prakiraan kami untuk wilayah Jatim bulan Novenber mulai ada hujan meski belum banyak titik ini,” katanya.

Menurut Siswanto, kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Malang, termasuk kategori kekeringan secara meteorologis.

Di wilayah Kecamatan Pujon saja, banyak dusun dari beberapa desa yang sudah mengalami darurat air bersih, seperti Dusun Pandesari, Tawang Sari, dan Bendosari .

“Sebelum semua terlambat, kami berharap pemerintah melakukan  penambahan pipanisasi di sejumlah dusun, terutama Dusun Pandesari,” katanya.

“Di antaranya karena sumber air yang posisinya ada di dataran tinggi sehingga warga kesulitan untuk mengambilnya dan untuk mengelolanya dibutuhkan biaya tinggi. Andaikan di hulu hulu sumber air itu bisa dibangun tandon atau waduk, dan pipanisasi yang memadai sampai ke waduk dusun setempat, saya pikir air akan mudah masuk ke setiap rumah warga,” ucapnya.

Sayangnya, sebagai akibat dari belum terkelolanya sumber air secara maksimal, air bersih yang seharusnya dapat dinikmati warga sebagai sumber air minum, akhirnya malah mengalir ke sungai. Kalaupun ada yang dimanfaatkan oleh warga, baru sebatas untuk mengairi lahan pertanian.

“Sudah waktumya pemerintah dan semua pihak turun dan peduli untuk dapat memanfaatkan dan mengelola sumber sumber air yang ada di  wilayah Kecamatan pujon secara baik dan benar agar dapat memberikan manfaat sebesar besarnya kepada masyarakat,” tutup Siswanto.

Dari pantauan Radar Pagi, Kamis (24/10/2019) hari ini juga terjadi darurat air bersih di Dusun Dadapan Kulon. Namun penyebabnya dikarenakan pipa air di sekitar lereng Gunung Kawi terbakar. Kejadian ini di luar dugaan warga. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed