oleh

Isu Orang Tak Dikenal Masuk ke Intan Jaya Papua, Bupati Natalis Tabuni Keluarkan Surat Imbauan

-Hukum-356 views

Intan Jaya, Radar Pagi – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si mengeluarkan imbauan agar warga Kabupaten Intan Jaya, Papua, tetap melaksanakan aktifitas sehari-hari tetapi jangan sampai terprovokasi orang-orang yang tak dikenal yang masuk ke wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Imbauan itu dikeluarkan usai Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral antara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dengan TNI/Polri pada 24 Oktober 2019 lalu. Rakor digelar untuk menyikapi isu masuknya sekelompok orang tak dikenal yang bukan warga masyarakat Kabupaten Intan Jaya ke wilayah Sugapa dan Hitadipa.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui benar siapa sekelompok orang yang dimaksud, namun dikhawatirkan mereka adalah anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Sejauh ini, Kabupaten Intan Jaya relatif aman dari gangguan OPM, sehingga Bupati sangat serius menyikapi isu masuknya orang tak dikenal tadi demi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya.

Dalam Surat Bernomor 900/H/BUP/2019 itu, Bupati juga mengimbau tukang ojek agar tidak melewati batas Kampung Tigigi dan Kampung Kumbalagupa Distrik Sugapa sampai tanggal 30 Oktober 2019.

Para penyedia jasa ojek yang beroperasi di Intan Jaya umumnya merupakan warga pendatang dari luar Papua. Mereka rawan menjadi incaran OPM. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, banyak tukang ojek di kabupaten lain di Papua yang tewas dibunuh OPM.

Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak beraktifitas melebihi jam 21.00 WIT (09.00 malam) dan melarang siapa saja yang bukan warga Intan Jaya untuk melewati batas Kali Wabu.

“Dilarang kepada masyarakat yang bukan penduduk Kabupaten Intan Jaya untuk masuk atau melewati batas Kali Wabu,” demikian imbauan Bupati dalam surat tadi.

Untuk menjaga stabilitas keamanan di Intan Jaya, Bupati juga meminta bantuan aparat TNI/Polri untuk meningkatkan patroli di sana.

Sayangnya, imbauan ini sepertinya kurang dipatuhi, sehingga pada Jumat malam kemarin, tiga pengojek di Intan Jaya tewas, diduga dibunuh anggota OPM pimpinan Lekagak Talenggen.

Ketiganya adalah Rizal (31), Herianto (31), dan La Soni (25). Hasil pemeriksaan dokter RSUD Intan Jaya disebutkan dua korban mengalami luka tembak di kepala, satu lagi luka tusuk di dahi. Jenazah ketiga korban kini disemayamkan di RSUD Intan Jaya. (Om Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed