oleh

Puluhan Rumah Diperbaiki Pasca Bencana Angin Kencang di Kota Batu, Warga Kekurangan Material dan Tukang

-NUSANTARA-706 views

Batu, Radar Pagi – Pasca bencana angin ribut yang merusak rumah warga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, dari 25 rumah warga yang dibantu proses perbaikannya, baru 7 rumah yang hampir selesai dikerjakan.

“Dari puluhan rumah yang mengalami kerusakan, yang sedang teratasi ada tujuh rumah, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Calon Kades Desa Tulungrejo terpilih periode 2019-2024 , Suliono, Sabtu malam (26/10/2019).

Menurut Suliono, dari tujuh rumah yang sedang dikerjakan perbaikannya itu, kerusakan sebesar 30 persen dialami empat rumah. Sedangkan yang kerusakannya mencapai 50 persen ada dua rumah, serta yang rusak total sebanyak satu rumah.

Lantut Suliono, sekarang relawan masih fokus memperbaiki rumah janda tua Bu Yem, warga Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, yang rumahnya mengalami kerusakan total.

“Kami bersama warga dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan BBPBD serta Linmas, FPRB bersama warga desa setempat, fokus dan memprioritaskan rumah Bu Yem lebih dulu,” katanya.

Terkait bantuan kebutuhan material berupa harplek, menurutnya sudah dibantu oleh Pemkot Batu. Namun dia melihat bantuan bahan-bahan material tersebut ternyata tidak mencukupi kebutuhan di lapangan.

Untuk para pekerjanya, sejauh ini terdiri dari para relawan setempat. Mereka bekerja keras mempercepat perbaikan rumah-rumah warga yang rusak.

“Kami secara gotong royong sedang mengkebut perbaikan rumah-rumah tersebut,” tandas Sulinono.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kota Batu, Fahmi Alkatiri, yang meninjau langsung lokasi bersama beberapa rekan sejawadnya berharap semua masalah pasca bencana ini bisa teratasi.

Fahmi berharap pula bantuan dari Pemkot Batu tidak hanya sebatas bantuan material dan kebutuhan yang lain. “Tapi yang terpenting tenaga ahlinya, termasuk tukang yang bisa mengerjakan perbaikan rumah – rumah diterpa bencana itu,” sarannya.

Politisi dari Nasdem ini menyampaikan, dengan minimnya tenaga tukang yang ada, meski material sudah terpenuhi, dia meyakini bakal prosesi perbaikannya bakal tetap terhambat.

“Dalam memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak itu dibutuhkan ahlinya. Dan para tukang itu yang harus kita pikirkan, karena khwatir keburu musim hujan, malah terggangu proses perbaikannya,” pungkasnya. (Med )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed