oleh

Aniaya Istri Gara-gara Suguhkan Nasi Goreng Gratis ke Tamu, Bos Hotel di Makassar Ngaku Menyesal

-Anehsiana-660 views

Makassar, Radar Pagi – Pemilik hotel di Makassar, Sulawesi Selatan, H, ditangkap polisi karena menganiaya istrinya, E. Penganiayaan terjadi karena pelaku kesal istrinya memberikan nasi goreng gratis untuk lima rekannya yang datang bertamu ke hotel miliknya.

Menurut Penata Urusan (Paur) Humas Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Tumiar, penganiayaan berawal saat korban E bertemu lima rekannya di hotel milik suaminya, H, di Jl. Lombok, Kota Makassar, Rabu (23/10/2019) silam. Korban pun menjamu nasi goreng gratis kepada teman-temannya itu di lantai lima hotel.

Namun jamuan nasi goreng itu membuat pelaku kesal hingga memukuli istrinya dengan gantungan baju.

“Korban ada tamunya datang, dia kasih nasi goreng lima piring. Ini Pak H marah, dipukul (istrinya). Matanya (luka) sebelah kanan. (Korban) dipukul hanger (gantungan baju) sampai patah-patah (hangernya) itu,” ujar Ipda Tumiar, Sabtu (26/10/2019).

“Menurut pelaku, alasannya karena dia sebagai suami merasa ndak pernah dihargai begitu. Tapi menurut korban dan saksi, itu gara-gara nasi goreng,” sambungnya.

Dari penjelasan korban diketahui, pelaku merasa rugi karena istrinya menyuguhkan nasi goring untuk lima tamunya.

“Menurut cerita korban begitu (suaminya tidak mau rugi), itu kan Pak H orang bisnis,” ujar Ipda Tumiar.

Saat penganiayaan terjadi, sejumlah rekan korban masih berada di hotel milik pelaku.

Korban saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku mengaku menyesali perbuatannya. “(Pelaku mengaku) menyesal, mau ketemu sama istrinya tapi ndak bisa. Dilarang sama pihak keluarga dari istri. Ndak bisa juga keluar karena sudah ditahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar Iptu Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan, pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Pelaku disebut polisi sudah sering menganiaya istrinya, namun baru kali ini dilaporkan.

“Sering KDRT. Cuma baru kali ini dilanjut (kasusnya),” kata Iptu Theodorus. (yon)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed