oleh

Bupati Malang Wacanakan Penyetaraan Ponpes dengan Pendidikan Formal

-Pendidikan-122 views

Kab. Malang, Radar Pagi – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, menghadiri sekaligus menjadi narasumber Sarasehan Kepesantrenan yang digelar oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU Kabupaten Malang) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Ponpes Al Rifa’ie 1 Kecamatan Gondanglegi.

Hadir dalam kegiatan yang digelar Sabtu (26/10/2019) itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mudjib Imron, Ketua PW RMI NU Jawa Timur dan KH Muhammad Zakky Hadziq.

Dalam kesempatan tersebut dibahas anggaran Bosda untuk Pesantren, Madrasah Diniyah dan lembaga pendidikan Islam lainnya.

Dikatakan Bupati Malang mengenai Bosda untuk pendidikan sudah dianggarkan di Kabupaten Malang yang bakal direalisasikan tahun 2020

“Jadi, mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Malang agar anak-anak kita mendapat pendidikan yang layak,” ucapnya.  

Penyeteraan Ponpes

Pemkab Malang sendiri saat ini sedang mewacanakan penyetaraan pendidikan di pondok pesantren dengan lembaga pendidikan formal.

“Sepanjang itu diperbolehkan oleh aturan, maka nanti santri yang tidak sekolah formal akan kami bantu bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) yang setara sekolah formal,” tutur Bupati.

Dia menjelaskan wacana penyetaraan out kini sedang dibahas Pemkab Malang bersama DPRD. Peluang menggunakan dana desa (DD) untuk bantuan kepada Pesantren, juga tengah digodok.

Sejauh ini, kepedulian Pemkab Malang kepada sektor pendidikan non formal alias pesantren diwujudkan lewat pemberian insentif kepada guru madrasah diniyah (Madin) sebesar Rp 1,2 juta dari sebelumnya hanya Rp 600 ribu pertahun.

Dari 16.000 guru ngaji yang ada di Kabupaten Malang, sudah 9000 orang terdata untuk menerima insentif. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed