oleh

Sebelum Lahirkan Batu, Harmi Didatangi Makhluk Gaib

-Anehsiana-236 views

Luwu Timur, Radar Pagi – Seorang perempuan warga Dusun Tarengge, Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengaku melahirkan dua buah batu.

Harmi, nama perempuan itu, kini tak lagi tinggal di rumahnya. Dia bersama suami dan seluruh anaknya pindah ke desa lain pasca berita kelahiran batu ini menjadi gunjingan warga sekitar dan menjadi viral di media sosial.

“Pada saat kejadian kan bikin heboh, banyak warga yang penasaran ingin tahu dan mereka lari,” kata Kepala Desa Tarengge, Anwar, beberapa saat lalu.

Harmi dan suaminya Baso Rustam kini tinggal di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Anwar menyebutkan bahwa Harmi dan keluarganya memang sering berpindah tempat dalam jangka waktu tertentu.

“Kerjanya serabutan makanya sering berpindah. Jadi secara administrasi mereka bukan lagi warga saya,” Anwar menjelaskan.

Saat kejadiannya viral, jelas Anwar, dirinya bersama pihak kepolisian dan rumah sakit langsung mengecek kebenaran berita tersebut. Namun hasil pemeriksaannya tidak terbukti Harmi telah melahirkan batu.

“Cuma hoax itu. Awalnya dia mengaku begitu (melahirkan batu), tapi setelah kita cek kebenarannya, kita cek ke Puskesmas ternyata tidak benar,” tegasnya.

Dia juga membawa pihak Puskesmas untuk mengecek apakah Harmin benar-benar telah bersalin, ternyata tidak ada tanda-tanda persalinan.

“Awalnya begitu, mengaku melahirkan batu setelah kita selidiki dari kepolisian dan kesehatan dan ternyata tidak benar. Dia mengaku melahirkan di rumahnya sendiri,” tegasnya.

“Mungkin orang ini kurang sehat atau pemikirannya kacau. Dia mengada-ada saja, dan tidak benar,” imbuh Anwar.

Apalagi  setelah kedatangan polisi ke rumah Harmin, dua buah batu yang diakui Harmin telah dilahirkannya telah hilang.

“Setelah kita polisi datang, ngakunya batunya hilang,” kata dia.

Meski begitu, adik kandung Harmi, Rahmi bersikeras bahwa kakaknya tidak berbohong. Ia menilai kakaknya telah berkata jujur pasalnya salah satu keluarga dari garis keturunan ibu mereka juga pernah melahirkan batu.

“Kakak saya itu melahirkan batu karena pernah ada keluarga dari ibu juga mengalami hal yang sama,” jelas Rahmi.

Didatangi Makhluk Gaib

Harmi mengaku melahirkan dua buah batu seukuran kepalang tangan pada Selasa 22 Oktober 2019.

Mulanya dia merasakan sakit di perut pada Senin malam, 21 Oktober 2019 sekitar pukul 19.00 Wita. Tak lama kemudian dia melahirkan batu yang pertama.

“Cuma saya dan suami yang ada di rumah waktu ini batu pertama keluar. Setelah batu yang pertama keluar ada makhluk gaib yang menyuruh saya untuk mendatangi sumur tua yang ada di Kecamatan Malili,”  kata Harmi, Rabu, 23 Oktober 2019 silam.

Tak lama setelah Harmi dan suaminya, Baso Rustam, pulang dari sumur tua tersebut ia pun kembali melahirkan sebuah batu dengan ukuran yang lebih kecil. Rentang waktunya sekitar 15 jam dari batu pertama yang ia lahirkan.

“Pas saya pulang keluar lagi satu batu hari Selasa jam 10.00 Wita. (Batu kedua) Ini anak ke delapan saya,” katanya.

Harmi dan Baso Rustam pun membalut kedua batu tersebut dengan sarung dan sehelai kain kuning layaknya bayi. Kedua batu tersebut lalu disimpan di atas sebuah wadah. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed