oleh

15 Ribu Santri Hadiri Puncak Perayaan Hari Santri Nasional 2019 di Kecamatan Pujon

-Pendidikan-131 views

Kecamatan Pujon memperingati Hari Santri Nasional di Rest Area Masjid Besar Nurul Huda Senin (28/10/2019). Perayaan itu dihadiri ribuan santri.

 

Kab. Malang, Radar Pagi – Untuk memperingati Hari Santri yang tahun ini jatuh pada Selasa 22 Oktober kemarin, MWC NU Kecamatan Pujon, Kab Malang, Jawa Timur,  menyelenggarakan beragam kegiatan. Acara dilaksanakan mulai 15 Oktober silam hingga puncak acara 28 Oktober 2019.

Puncak peringatan dibuka oleh Ketua MWC NU  Kecamatan Pujon H Zainuddin dan KH Ali Wafa Rois. Turut hadir Kapolsek Pujon AKP M Budiarto SH, PAC Ansor Kecamatan Pujon Amir Mahfud S.Pd, dan Dewan Pimpinan Kecamatan HKTI Pujon juga segenap sekretaris Care Lazusnu MWC Pujon.

Rangkaian acara mulai dari khitanan masal, gerak jalan dan kegiatan sosial lainnya ini diselenggarakan sebagai wujud syukur atas pengesahan Undang-undang Pesantren beberapa waktu lalu, dan untuk keselamatan bangsa.

Seperti diketahui, pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo resmi menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan atas jasa para santri yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan RI.

Dari kanan ke kiri: H. Siswanto, H. Zainuddin, AKP Budiarto, KH Ali Wafa, KH Ali Rohmat

“Rangkaian kegiatan ini akan diresmikan oleh Ketua MWC NU Kecamatan Pujon tanggal (28/10/2019) di Aula Masjid Besar Nurul Huda secara simbolis oleh Ketua MWC NU dengan dimulai membaca Surat Al-fatihah, dilanjutkan beberapa ayat Surat Al-Baqarah, yang direkam dan diviralkan secara nasional,” kata Ketua MWC NU  KH Ali Wafa Rois.

Wafa menjelaskan, rangkaian kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan seksama dan istiqomah dan dapat dilakukan secara sendiri-sendiri oleh masyarakat/anggota organisasi atau secara berjamaah.

Ia mengajak umat Islam, khususnya warga NU, untuk selalu menghidupkan santri dengan cara menjalin silaturohim dan menjadikannya sebagai pedoman dalam perilaku beragama dan bernegara. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed