oleh

HKTI DPK Kecamatan Pujon Gelar Pengobatan Al Fasdhu Tiap Dua Pekan

-NUSANTARA-1.029 views

“Khaira maa tadaa waitum bihil hijaamatu wal fashdu” – ‘Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah dan fashdu’. (HR. Bukhori)

 

Kab. Malang, Radar Pagi – Himpunan kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPK Kecamatan Pujon bukan cuma peduli kepada progam pertanian, tetapi juga menaruh perhatian pada masalah kesehatan masyarakat.

DPK Kecamatan Pujon yang diketuai H. Siswanto SH, S.Sos ini mengenalkan terapi Al Fasdhu, yaitu mengeluarkan darah kotor dengan menggunakan jarum khusus dan steril, sehingga aman dari penularan penyakit dan tidak berbahaya. Terapi ini sudah ada sejak di zaman Rasulullah. Namun masih asing di telinga sebagian masyarakat.

Cara kerja terapi Al Fashdu hampir sama dengan Bekam karena keduanya mengelurkan sumbatan-sumbatan dan darah kotor (toksin/racun) dari dalam tubuh. Perbedaannya, Al Fashdu mengeluarkan sumbatan dan racun tubuh melalui pembuluh darah vena (pembuluh darah besar). Sedangkan Bekam mengeluarkan sumbatan dan racun tubuh melalui pembuluh darah kapiler (pembuluh darah kecil).

Al Fashdu sangat efektif untuk mengurangi kadar kolesterol, asam urat, gula darah, darah tinggi, dan materi lain yang berbahaya bercampur bersama darah yang ada di dalam pembuluh darah.

H. Siswanto saat ditemui Radar Pagi di rumahnya yang dijadikan sebagai lokasi pengobatan dengan terapi Al Fashdu, menjelaskan terapi ini ditujukan bagi semua masyarakat, tanpa terkecuali, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama masyarakat.

“Jadi ini tanpa terkecuali, soal ongkos atau biaya seiklasnya,” ucap H. Siswanto, Selasa (29/10/2019).

“Seluruh warga Pujon kalau mau ikut terapi Al Fasdhu, silahkan datang di alamat saya, Dusun Gesingan Desa Pandesari Kecamatan Pujon. Terapi Al Fasdhu ini dilakukan setiap 15 hari sekali,” sambungnya.

Hari, salah seorang pasien

Salah satu pasien terapi, Hari (43), mengaku sudah empat kali menjalani terapi Al Fashdu. Meski tidak memiliki keluhan penyakit, namun dirinya tetap mengikuti terapi ini lantaran merasakan manfaatnya. Setelah menjalani terapi, badan menjadi terasa bugar.

“Sudah empat kali menjalani terapi ini dan setelah terapi badan terasa bugar,” ujar Hari yang bekerja sebagai tukang parkir.

Hari menambahkan, selama empat kali menjalani terapi dia tidak merasakan sakit saat bagian tubuhnya saat ditusuk menggunakan jarum oleh sang terapis.

“Sudah pernah di tangan dan kaki, tapi tidak sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Faruk yang merupakan terapis Al Fashdu menuturkan ada puluhan pasien yang datang setiap kali dia membuka layanan terapi.

“Rata-rata pasiennya adalah perempuan dengan keluhan penyakit asam urat dan kolesterol,” katanya.

Dalam setiap kali terapi, kata dia, antara laki-laki maupun perempuan waktunya berbeda-beda tergantung pada keluhannya masing-masing.

“Paling lama satu orang membutuhkan waktu 30 menit, paling cepat bisa hanya 5 menit,” kata Faruk yang tinggal di Kota Batu ini.

Terapi ini sangat aman, namun orang yang sedang berpuasa dan wanita hamil disarankan tidak melakukan terapi.

“Kalau sedang puasa dan hamil hendaknya terapi ditunda dulu,’’ katanya. (Med)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed