oleh

Jokowi Janjikan Pembangunan Seluruh Huntap Korban Gempa Sulteng Awal 2020 

-Nasional-837 views

Palu, Radar Pagi – Usai meninjau lokasi pengungsian warga terdampak gempa Maluku, Selasa (29/10/2019) siang, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana terbang menuju Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk meninjau lokasi hunian tetap (huntap) korban gempa di Duyu, Kecamatan Tatanga, Palu.

“Ya, ini setelah sudah lebih dari setahun, memang progresnya agak lambat karena masalah yang berkaitan dengan lahan, pembebasan lahan, terutama yang untuk relokasi hunian tetap. Tapi kalau yang bangun individu, insitu ini sudah sebagian sudah berjalan,” kata Jokowi usai peninjauan.

Namun, menurut Jokowi, dirinya sudah mendapatkan kepastian dari Gubernur, seluruh bupati yang ada, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, ahamdulillah urusan lahan sudah rampung.

“Yang sekarang sedang dalam proses dikerjakan adalah memang proses lelang. Dan di sini selesai, kemudian nanti di Sigi juga akan segera diselesaikan, barulah masukkan ke tahapan konstruksi,” terangnya.

Dia mengingatkan bahwa ini bukan pekerjaan kecil, ada 11.000 hunian rumah yang harus disiapkan, direlokasi.

“Contoh saat ini yang sudah siap dikerjakan untuk 450. Yang di Sigi, 1.500 tapi yang di dalam proses lelang 500, namun target akan semuanya dimulai di Januari 2020. Kita harapkan mulai pertengahan sampai akhir tahun bisa diselesaikan semuanya,” ucap Jokowi.

Dia menambahkan, pemerintah juga memperbaiki/merehab airport runway-nya, kemudian juga pelabuhan yang anggarannya siap.

“Itu adalah satu tetapi juga ini butuh waktu. Ini masih dalam proses lelang, akan segera dikerjakan kalau (lelang) sudah selesai,” tegasnya.

Sementara yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sambung Jokowi, yaitu yang petani, irigasi akan dikerjakan terlebih dahulu. Tahun ini untuk 1.700 hektare tanah pertanian, dari kebutuhan 7.000 hektare.

“Ini akan juga akhir tahun depan selesai 1.700, kemudian yang 2021 akan diselesaikan semuanya untuk yang 7.000 hektar,” kata Jokowi. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed