oleh

Anaknya Tidak Naik Kelas, Orangtua Gugat Sekolah Rp551 Juta

-Anehsiana-631 views

Jakarta, Radar Pagi – Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, Pater Paulus Andri Astanto, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Himawan Santanu; Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Gerardus Hadian Panomokta; dan guru Sosiologi Kelas XI, Agus Dewa Irianto, digugat orangtua seorang siswa.

Yustina Supatmi menggugat para tergugat sebesar Rp551 juta dikarenakan anaknya tidak naik kelas. Dia juga menggugat Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.

Dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel), tercatat perkara itu bernomor 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL.

Sidang pertama kasus gugatan ini sudah digelar pada Senin 28 Oktober 2019. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjkan lagi 2 pekan ke depan.

“Menyatakan anak penggugat memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 (Dua belas) di SMA Kolese Gonzaga,” demikian bunyi salah satu gugatan.

Tidak Naik Kelas Karena Merokok dan Makan Kuaci

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta mengatakan ada beberapa alasan SMA Kolese Gonzaga tidak menaikkan kelas seorang siswa yang tidak disebutkan namanya itu.

Murid itu disebut tidak naik kelas bukan hanya karena masalah nilai, melainkan pernah merokok dan makan kuaci di dalam kelas. Murid itu kini memilih keluar dan tidak melanjutkan sekolah di Gonzaga.

“Begini, Mas…. Kan si siswa ini satu mata pelajaran nggak tuntas, yaitu sejarah. Peminatan nilainya 68. KKM-nya 75. Nah kemudian ternyata jauh sebelumnya memang laporannya ada kasus saat live in program Khatolik di Cilacap, dia kena tegur lah. Antara merokok atau apa gitu. Akhirnya ditegur dan dipulangkan kalau nggak salah,” kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Rabu (30/10/2019), dikutip dari detikcom.

Taga juga menyebut alasan tidak tuntas nilai KKM salah satu mata pelajaran murid tersebut juga menjadi faktor sekolah tidak menaikkan kelas.

“Lalu sampailah pada angka nilai yang tidak tuntas itu. Hanya 1 itu, akhirnya diputuskan tidak naik,” ujarnya.

Murid tersebut, kata Taga, juga pernah kedapatan makan kuaci di dalam kelas. Saat itu, menurut Taga, murid tersebut ditegur oleh guru Sejarah.

“Setelah itu ada kejadian dia makan kuaci dalam kelas, ditegur guru sejarah itu. Nah itulah rangkaian cerita itulah yang disampaikan ke saya yang seakan-akan, barangkali maaf, dikonfirmasi lagi ke ortu bahwa seakan-akan gurunya nggak suka sama anaknya,” ucap Taga.

Pihak SMA Kolese Gonzaga sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberi pernyataan. (maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed