oleh

BNPB: 57 Puting Beliung Terjadi Selama Pancaroba

-Nasional-292 views

Jakarta, Radar Pagi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat selama Oktober 2019, bencana puting beliung, banjir, dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah yang mengalami perubahan musim (pancaroba) hingga meyebabkan sejumlah bangunan rusak dan jatuhnya korban jiwa.

“Terjadi 57 kali puting beliung di sejumlah wilayah. Bencana itu mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, 462 mengungsi, dan 7.425 rumah rusak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (30/10/2019).

Dari jumlah rumah rusak tersebut, kata Agus, 200 rusak berat, 898 rusak sedang, dan 6.327 rusak ringan. Sedangkan kerusakan pada fasilitas umum, sebanyak 37 fasilitas rusak yang mencakup 15 fasilitas pendidikan, 20 peribadatan, dan 2 kesehatan.

BNPB mencatat, di Jawa Tengah terjadi 21 puting beliung, Jawa Barat 14, Aceh, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan 4 kasus, Sumatera Utara 3, Sumatera Barat masing-masing 2 kali, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Riau masing-masing 1 kali.

Sementara itu, di wilayah yang sudah memasuki musim hujan, tercatat terjadi bencana longsor. Agus menjelaskan, sepanjang Oktober 2019 terjadi 8 kali tanah longsor dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 73 mengungsi, serta 21 rumah rusak, serta 3 fasilitas umum. Rinciannya, 2 rumah rusak berat, 10 rusak sedang, 9 rusak ringan.

“Tanah longsor terjadi di Jawa Barat 6 kali, Jawa Timur 1 dan Sumatera Utara 1 kali,” ujarnya.

BNPB mencatat terjadi 7 kali banjir yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 285 mengungsi, 237 unit rumah terendam. “Banjir terjadi di Aceh 5 kali, serta Sumatera Barat dan Sumatera Utara 1,” tuturnya.

Masyarakat pun diminta mewaspadai potensi bahaya saat pergantian musim dari kemarau ke hujan yang akan berlangsung sebentar lagi. (arman)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed