oleh

Polisi Tangkap Pria Gangguan Jiwa yang Diduga Hendak Serang Polsek Batu Ceper

-Hukum-183 views

Tangerang, Radar Pagi – Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menuturkan kejadian saat  seorang lelaki berinisial J mendatangi Polsek Batu Ceper untuk beristirahat.

J mulanya datang ke Polsek Batu Ceper, Kota Tangerang, Senin (28/10/2019) malam kemarin sekitar pukul 05.00 WIB untuk numpang istirahat.

Namun anggota polisi yang berjaga saat itu menjadi curiga saat menanyakan identitas J serta memeriksa dan menggeledah pakaiannya.

“Ditemukan sebilah golok berada di pinggang sebelah kirinya, setelah dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan sebilah golok bersarung kayu, kemudian pelaku berontak ingin menyerang saksi, namun dapat diamankan oleh saksi-saksi,” kata Rachim dalam keterangannya, Selasa (29/10/2019), dikutip dari CNNIndonesia.

Rachim menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, J diketahui berangkat dari rumahnya di Pandeglang pada 26 Oktober lalu. Dia sendirian mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor.

J berencana datang ke Jakarta untuk menemui saudaranya yang bernama Hassan. Namun saat tiba di dekat Polres Cilegon, J ditilang dan diamankan lantaran sepeda motornya karena tidak dilengkapi surat-surat.

J kemudian dibantu pihak kepolisian untuk berangkat ke Jakarta menggunakan bus dan turun di Kalideres. Selanjutnya karena J tak berhasil bertemu dengan saudaranya, yang bersangkutan ingin pulang kembali ke Pandeglang dengan berkalan kaki. Karena merasa lelah, J akhirnya memutuskan untuk beristirahat di Polsek Batu Ceper dengan minta izin petugas.

Saat sedang istirahat itulah, petugas yang berjaga bertanya pada J, namun karena jawabannya ‘ngaco’, polisi langsung meringkusnya, apalagi setelah digeledah ditemukan golok. J pun diduga hendak menyerang polisi.

“Tidak lama kemudian ada 2 orang pakaian preman tanya sama dirinya, ‘Mau kemana?’ Dijawab, ‘Mau ngasih uang Rp1 miliar ke polisi setelah saya dilantik jadi presiden’, tutur Rachim menirukan pertanyaan polisi dan jawaban J.

Rachim menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pihak keluarga diketahui bahwa J diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Yang bersangkutan diindikasikan mempunyai kelainan jiwa semenjak diceraikan oleh istrinya di Pandeglang,” ujarnya.

Rachim mengatakan saat ini penyidik tengah memintakan proses pemeriksaan kejiwaan terhadap J kepada dokter ahli jiwa.

Nantinya, kata Rachim, jika pemeriksaan ternyata menyatakan J mengalami gangguan kejiwaan maka yang bersangkutan bakal diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa atau dinas sosial untuk dilakukan perawatan. (dis/pmg/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed