oleh

Anggaran Revitalisasi Trotoar di APBD DKI 2020 Rp888 Miliar, KPK Mana KPK?

-Hukum-224 views

Jakarta, Radar Pagi – DKI Jakarta tidak butuh gubernur santun yang pandai bermanis-manis di mulut. Ibu kota negara yang sebentar lagi akan bergelar ‘mantan ibu kota’ ini lebih butuh pemimpin jujur yang mampu mengawasi jajarannya.

Belum habis skandal usulan beli lem aibon dan pulpen yang mencapai Rp205 miliar, kini ada lagi anggaran dua paket pengerjaan revitalisasi trotoar di dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 mencapai Rp 888 miliar. Komisi D DPRD DKI pun dibikin bengong dengan besarnya anggaran pada Dinas Bina Marga itu.

“Uang sebesar Rp800 miliar jika hanya untuk trotoar itu menghamburkan uang rakyat. Jangan sampai ada penyelewengan anggaran di sana. Ini uang rakyat, penggunaannya harus jelas, jangan ugal-ugalan seperti itu,” kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Dinas Bina Marga sendiri pada 2020 mendatang berencana melakukan revitalisasi trotoar di jalan-jalan ibu kota sepanjang 103,7 kilometer. Bila dikalkulasi dengan anggaran yang diajukan, maka per-meternya trotoar ini menghabiskan dana sekira Rp 8 juta.

“Saya rasa revitalisasi trotoar mencapai Rp8 juta per meter itu sudah enggak masuk akal. Jadi saya lihat ada keanehan di dalam anggaran tersebut. Kami minta jangan sampai ada penyalahgunaan anggaran,” ujar dia.

Dia pun meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho menjelaskan secara detail uang Rp800 miliar itu digunakan untuk apa saja dalam revitalisasi trotoar nanti.

“Pak Hari sebagai penanggungjawab anggaran harus bisa menjelaskan secara detail ke publik. Saya enggak ingin ada penyalahgunaan anggaran dalam APBD 2020 nanti,” katanya. (safrizal)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed