oleh

Beli Lem dan Pulpen Rp205 Miliar di Usulan APBD DKI, Ahok: e-Budgeting Efektif Bila yang Input Data Tidak Niat Maling

-Hukum-175 views

Jakarta, Radar Pagi – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi pernyataan Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang mengkambing hitamkan e-budgeting sebagai penyebab masuknya anggaran janggap, seperti pembelian lem aibon dan pulpen sampai ratusan miliar rupiah dalam usulan APBD DKI Jakarta.

Ahok menyebut sistem e-budgeting yang digagas oleh dirinya pada masa Jokowi masih menjabat Gubernur DKI itu bertujuan untuk mencegah adanya oknum PNS dan DPRD yang berniat nyambi jadi maling saat penyusunan APBD.

“Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark up, apalagi maling. Untuk mencegah korupsi hanya ada satu kata, transparansi sistem yang ada,” ujar Ahok kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Menurut dia, dengan e-budgeting masyarakat bisa mengetahui semua pengeluaran dan pemasukan yang ada di dalam APBD.

“Semua orang mau tahu pengeluaran uang APBD DKI bisa dapatkan data dari pembelian pulpen sampai Aibon,” katanya.

Sebelumnya, Anies mengatakan, munculnya anggaran-anggaran yang tak masuk akal dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020 lantaran e-budgeting buatan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menggunakan sistem kuno.

“Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital tapi tidak smart,” ujar Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Selama ini Anies memang dikenal sebagai gubernur yang paling sering menyalahkan kebijakan pendahulunya atas segala masalah yang terjadi di era kepemimpinannya sekarang. Contihnya dalam kasus e-budgeting ini, seharusnya Anies menelusuri siapa pegawai Pemprov DKI yang mengusulkan besaran anggaran tak masuk akal itu, termasuk memeriksa pegawai yang melakukan input data, bukannya malah menyalahkan “mesin” alias software e-budgeting.

Seperti diketahui, ditemukan anggaran yang tak masuk akal dalam KUA-PPAS tahun 2020. Di antaranya adalah pengadaan lem Aibon yang mencapai Rp 82 miliar dan pembeliaan bolpoin sebesar Rp 123 miliar. Jika ditotal, anggaran lem aibon dan bolpoin tersebut mencapai Rp205 miliar. (abud)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed