oleh

Bupati Lumajang Ingin Kawasan Embong Kembang Jadi RTH

-NUSANTARA-256 views

Lumajang, Radar Pagi – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan progam perbaikan wilayah, kali ini Embong Kembar (Jalan Kembar) jadi prioritas untuk dijadikan lahan hijau.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menyampaikan, bahwa dirinya berkeinginan agar kawasan embong kembar menjadi ruang terbuka hijau yang bersih.

“Kita ingin embong kembar ini jadi kawasan yang bersih, kawasan yang tertata rapi, pertamanannya baik, bisa digunakan ruang terbuka hijau untuk masyarakat lebih nyaman,” ujar Bupati saat meninjau pelaksanaan Penertiban Bangunan Non Permanen, yang berlokasi di Kawasan Embong Kembar Lumajang, Rabu (30/10/2019), didampingi Asisten Adminstrasi Setda Kabupaten Lumajang Nugroho Dwi Atmoko Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati.

Cak Thoriq juga menyampaikan, ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan melakukan penataan kawasan Embong Kembar, yang diawali dengan penertiban bangunan yang tidak permanen seperti gubuk dan beberapa bangunan liar lainnya.

“Langkah awal, pihak kami melakukan penertiban bangunan yang tidak permanen untuk memulai penataan, sehingga ke depan tidak ada bangunan liar yang kembali berdiri di sekitaran sini,” katanya.

Sementara itu, Asisten Adminstrasi Setda Kabupaten Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengungkapkan, bahwa pembongkaran bangunan non permanen tersebut merupakan program yang telah lama direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati mengatakan, bahwa penataan kawasan embong kembar sudah menjadi perencanaan Pemkab Lumajang sejak lama untuk dijadikan sebagai kawasan ruang terbuka hijau.

“Ini sudah kita agendakan lama, dan perencanaannya dari tim koordinasi penataan ruang daerah. Bagaimana kawasan embong kembar ini menjadi kawasan yang cantik, kawasan ruang terbuka hijau,” katanya.

Yuli Haris berharap dengan adanya kawasan ruang terbuka hijau tersebut, masyarakat dapat memiliki pilihan untuk melakukan aktivitas sosial sehingga tidak hanya terpusat di Alun-alun Lumajang. (Nuk/ Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed