oleh

MIN 2 Sukoharjo Gelar Sholat Istisqa Mohon Diturunkan Hujan

-Pendidikan-604 views

Sukoharjo, Radar Pagi – Teriknya sinar matahari pagi tidak menyurutkan antusias siswa beserta guru dan karyawan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukoharjo dalam melaksanakan rangkaian Sholat Istisqa. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 3, 4, 5 dan 6 beserta guru dan karyawah madrasah tersebut digelar baru-baru ini di halaman madrasah Kampus 2.

Suhu udara yang tinggi lantaran belum turunnya hujan beberapa bulan terakhir melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan tersebut.

Seksi Keimanan dan Ketaqwaan berkoordinasi dengan seksi lainnya melaksanakan Sholat Istisqa sekaligus sebagai pembelajaran terhadap siswa.

Bertindak sebagai Imam sholat dan Khotib yakni Muhammad Lasimin. Pada khutbahnya, dia mengajak menambah meningkatkan  ketaqwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar atas dosa-dosa dan bersedekah untuk fakir miskin yatim dan yatim piatu.

“Pada dasarnya nikmat Allah sudah diberikan kepada hambanya. Hanya hamba saja yang kurang bersyukur dan menyalahi nikmat dengan masih berbuat dosa, sehingga berakibat hujan tidak diturunkan Allah SWT,” ujar pria yang bekerja di PD Pontren Kantor Kemenag Sukoharjo tersebut.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Seksi Imtaq MIN 2 Sukoharjo, Anton Purwoko, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan tiga tahun sebelumnya yang waktu itu juga terjadi kemarau panjang.

“Kegiatan ini salah satu pembelajaran yang nyata kepada siswa sehingga mereka tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga langsung mempraktikan bersama-sama. Orang tua siswa sangat antusias madrasah menyelenggarakan Sholat Istisqa ini, terlihat tidak sedikit yang mengantar masuk madrasah lebih pagi,” ujar alumni sebuah pondok pesantren di Salatiga ini.

Sementara itu, di tempat terpisah Wiretnoningsih Nurhayati selaku kepala madrasah menyatakan bahwa kegiatan penyelenggaraan Sholat Istisqa sebagai salah satu wujud implementasi sekolah adiwiyata dimana usaha pelestarian lingkungan harus disertai dengan doa atau usaha religius.

“Kita sudah berusaha menjaga pelestarian lingkungan dengan berbagai kegiatan, akan tetapi kita tidak boleh lupa bahwa semua usaha harus disertai doa dan meningkatkan ibadah kepada Allah, karena segala yang keberhasilan hanya Allah yang mengabulkan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pelaksanaan Istisqa tidak bisa dilaksanakan oleh seluruh siswa karena keterbatasan tempat untuk pelaksanaannya.

“Siswa kelas 1, 2, dan siswa Program Khusus belum bisa turut melaksanakan sholat saat ini, InsyaAllah jika lapangan olahraga di kampus 1 selesai bisa digunakan untuk tahun mendatang,” tandasnya. (Pry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed