oleh

Pengadilan Perancis Hukum Dua WN China yang Coba Selundupkan Bayi Belut dalam Koper

Paris, Radar Pagi – Mencoba menyelundupkan 60 kilogram bayi belut hidup dari Perancis ke China, dua warga negara China dijatuhi hukuman penjara 7 bulan dan denda 7.000 euro atau sekitar Rp110 juta.

Dikutip dari AFP, kedua pelaku yakni perempuan berusia 20 tahun dan pria berusia 44 tahun melakukan aksinya dengan menyembunyikan bayi belut di dalam koper dalam penerbangan dari Paris ke China.

Di Prancis satu kilo bayi belut dihargai sekitar 250 euro atau sekitar Rp3,9 juta. Sementara di China harganya naik berkali-kali lipat menjadi sekitar 5.000 euro atau setara Rp78,5 juta per kilogram di pasar China. Hal itu mendorong kedua pelaku mencoba menyelundupkan bayi belut.

Keduanya diamankan pada Senin (28/10/2019) kemarin di bandara Paris Charles de Gaulle saat transit dari Kota Toulouse.

Petugas menemukan kantong plastik berisi air dengan belut hidup di dalam empat koper yang dibawa pelaku. Setiap kantongnya dikemas menggunakan kemasan lapisan tahan panas.

Jaksa penuntut di Pengadilan Perancis mengatakan kasus penyelundupan ini merupakan bentuk baru perdagangan hewan yang dilindungi.

CITES memperkirakan saat itu setengah dari belut yang ditangkap di Eropa diekspor ke China, Jepang, dan Korea Selatan. Dalam setahun diperkirakan perdagangan belut ilegal mencapai 200 juta ekor.

Bayi belut atau angulas merupakan salah satu makanan populer di dunia. Bentuk mereka transparan dan berlendir, merayap dan menggeliat seperti ular kecil. Rasanya pun tidak lezat. Tapi banyak orang, entah kenapa, menyukai makanan ini, mungkin karena terkesan eksotis. (maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed