oleh

Siapkan Bukti yang Meringankan, Wawan Siap Adu Bukti dengan Jaksa KPK

-Hukum-225 views

Jakarta, Radar Pagi – Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan menyatakan siap menghadirkan bukti-bukti yang meringankan dirinya dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel)

Bahkan, dia juga menyatakan siap beradu bukti dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan Wawan saat menghadiri sidang sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di Banten dan Tangsel di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis kemarin.

Wawan mengatakan, keseluruhan dugaan perbuatan TPPU dan aset-aset termasuk transaksi dan rekening merupakan hasil usaha yang sah. Karenanya Wawan akan terbuka saat pemeriksaan saksi-saksi.

“Nanti tunggu ya pas persidangan nanti, kesaksian, pemeriksaan saksi, dan pembuktian dakwaan kan,” tandasnya.

Maqdir Ismail selaku ketua tim kuasa hukum Wawan menyatakan, khusus untuk dakwaan kedua dan ketiga terkait TPPU sebenarnya sangat tidak jelas pidana pokok atau predicate crime-nya. Misalnya, JPU menyebutkan ada keuntungan lebih Rp1,7 triliun dari keuntungan proyek-proyek yang digarap perusahaan-perusahaan Wawan.

“Mereka (JPU) nggak menjelaskan. Padahal begitu banyak proyek ketika itu ditangani bukan hanya di Banten, ada di Jabar, DKI, bahkan Lampung. Kedua, apakah orang ini enggak punya modal, ini kan Pak Wawan dan perusahaannya berusaha kan sudah puluhan tahun, seolah-olah semua uang yang ada adalah hasil kejahatan, ini kan yang nggak benar. Hasil keuntungannya kan bukan hasil korupsi, bukan hasil kejahatan. Mesti dipilah,” ungkap Maqdir.

Dengan mendakwa Wawan melakukan TPPU sekitar lebih Rp578 miliar di antara dari hasil keuntungan perusahaan-perusahaan, keuntungan pribadi dalam proyek alkes Banten dan alkes Tangsel, dan keuntungan penjualan tanah Sport Center Banten, maka beban pembuktian secara keseluruhan ada pada JPU.

Menurut Maqdir, JPU harus bisa membuktikan bahwa seluruh perbuatan TPPU Wawan berasal dari hasil kejahatan. “Kalau mereka JPU tidak bisa, maka itu yang akan kami buktikan secara terbalik. Begitu lho,” paparnya.

Sementara Ketua JPU Budi Nugraha menegaskan, semua yang dituangkan dalam surat dakwaan Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan merupakan hasil temuan penyidik saat proses penyidikan, termasuk aset-aset yang telah disita sebelumnya. JPU meyakini, nilai keuntungan kurun 2005 hingga 2012 dan penjualan tanah Sport Center Banten yang masuk dalam dakwaan TPPU merupakan hasil dugaan korupsi berupa keuntungan dari sejumlah proyek.

“Yang paling penting itu kan ada nexus-nya (hubungan atau benang merah). Dalam dakwaan tadi kan kita telah sebutkan ada nexus-nya. Nanti pasti kita akan buktikan, kita hadirkan bukti-buktinya, kemudian juga saksi-saksi. Jumlah saksinya ada 500 orang, berapa yang akan dihadirkan nanti dibicarakan dulu dengan tim JPU,” ungkap Budi. (rian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed