oleh

Dugaan Korupsi, Kades Sentul: Bukan Bangun Gedung Olahraga Tapi Bangun Tribun

-Hukum-186 views

Pasuruan, Radar Pagi – Screenshot SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi,, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang jadi viral di media sosial sejak beberapa hari lalu menarik perhatian warga.

Dalam SPJ tahun anggaran 2018 itu disebutkan mengenai pembangunan gedung olahraga, tapi faktanya tidak ada pembangunan gedung tersebut. Hal ini membuat warga merasa dibohongi oleh oknum kades.

Sang kades yang berinisial ‘Sg’ pun akhirnya dilaporkan warga ke Polres Pasuruan, Tipikor dan Inspektorat.

“Banyak anggaran yang diduga diselewengkan oleh Kades Sentul. Pembangunan gedung olahraga itu hanya segelintir penyelewengan yang dilakukan Kades Sentul,” ujar Didik selaku pelapor, ketika dikonfirmasi Radar Pagi di rumahnya, Sabtu (2/11/2019).

Didik menjelaskan, dirinya mewakili warga melaporkan dugaan korupsi, bukan hanya terkait gedung olahraga saja, tapi ada beberapa kasus lain yang dilaporkan. Didik meminta pihak Tipikor dan Inspektorat untuk segera  menindaklanjuti laporannya.

“Masyarakat dapat menilai bahwa yang dilakukan kades sudah menyalahi aturan dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Jika laporan kami tidak ditanggapi, kami akan melapor ke Polda Jawa Timur,” tegasnya.

Didik didampingi perwakilan warga lainnya mengaku sangat malu dan kecewa atas kepemimpinan kades sekarang, karena tidak bisa mewujudkan desa yang lebih maju. Seharusnya, kata Didik, Desa Sentul bisa berkembang dari segala aspek jika kades menggunakan masa jabatannya dengan baik.

“Namun kades saat ini tidak membawa perubahan, nama desa juga ternodai,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Kades Sentul ‘Sg’ mengakui SPJ Desa Sentul yang beredar di media sosial adalah SPJ asli. Menurutnya, yang dimaksud ‘pembangunan gedung olahraga’ dalam SPJ tersebut adalah pembangunan tribun dan pelebaran lapangan, bukan gedung olahraga dalam artian ada gedung untuk kegiatan olahraga indoor.

“Jika gedung olahraga memang tidak ada di Desa Sentul,” kata Sg ketika ketika dikonfirmasi Radar Pagi.

Sg menolak berkomentar lebih jauh karena khawatir pernyataannya akan semakin membuat rancu masalah. Tapi dia mengaku siap bertanggungjawab bila dianggap salah.

“Saya selaku kades siap bertanggung jawab, semua saya pasrahkan kepada Allah,” ujarnya. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed