oleh

Warga Desa Sentul Minta Polisi dan Inspektorat Usut Dugaan Penyelewengan Dana Desa

-Hukum-599 views

Pasuruan, Radar Pagi – Kepala Desa Sentul. Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dilaporkan warga ke polisi atas dugaan penyalahgunaan dana desa pada tahun anggaran 2018.

Oknum kepala desa berinisial ‘Sg’ itu ditengarai warga menyelewengkan anggaran dana desa. SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) yang dikeluarkan pun dinilai banyak kejanggalan.

Karena tidak mau desanya tercoreng dan dikenal sebagai desa korupsi, maka Didik yang merupakan koordinator warga menempuh jalur hukum.

“Sudah saya laporkan ke Polres Pasuruan, saya minta untuk segera ditindak lanjuti,” kata Didik saat ditemui awak Media Radar Pagi di kediamannya, Sabtu (2/11/2019).

Didik juga minta inspektorat dan penyelidik Polres Pasuruan melakukan audit investigasi mengenai dugaan penyelewengan dana desa tersebut. Tujuan audit ini, kata Didik, guna mengetahui ada tidaknya kerugian negara dalam kasus ini.

Lebih lanjutnya dikatakan oleh Didik, jika kasus ini tidak segera ditangani, dia bersama kuasa hukumnya akan melapor ke Polda Jawa Timur.

Dengan tegas dia menyebut jika banyak dugaan kejanggalan maupun pelanggaran yang dilakukan oknum Kades.

Kejanggalan yang disebut Didik itu di antaranya adanya beberapa bangunan yang diduga fiktif, seperti pembangunan gedung olah raga dan MCK, serta jambanisasi untuk masarakat, bangunan tempat tinggal rumah sehat yang mana tidak ada bentuk bangunan sama sekali.

“Saya masih menunggu, jika tidak ditindak lanjuti pasti akan saya laporkan ke Polda, bukti-buktinya juga ada. Ini saya tidak main-main untuk menegakkan kebenaran,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya pelaporan ini pihaknya berharap pemerintah desa Sentul lebih transparan dan sesuai dalam penggunaan dan pengelolaan dana desa.

Menurutnya peran serta masyarakat harus dimaksimalkan dalam mengontrol atau mengawasi bantuan tersebut.

“Jadi masyarakat kami harapkan tidak cuek terhadap penggunaan dana desa. Kan sudah ditegaskan oleh menteri keuangan bahwa dana desa bukan diperuntukkan untuk Kades tapi untuk pembangunan desa,” tutur Didik.

Sementara pihak terlapor ketika ditemui Radar Pagi di kantornya menolak berkomentar lebih jauh.

“Takut masyarakat salah paham dan (masalah) tambah rancu,” pungkasnya. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed