oleh

DPRD Heran Anies Minta Rp10 Miliar untuk Konsultan Pembangunan ITF

-Nasional-166 views

Jakarta, Radar Pagi – Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anis Baswedan semakin mendapat sorotan terkait anggaran yang tidak wajar.

Setelah skandal usulan pembelian lem aibon dan pulpen yang membutuhkan dana Rp205 miliar, serta usulan perbaikan/perawatan trotoar sebesar Rp888 miliar lebih, kini  Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp10 miliar untuk pembayaran jasa konsultan pembangunan Intermediate Treatment Fasility (ITF) di tiga titik.

Permintaan itu tertuang dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di Komisi D DPRD DKI Jakarta, Senin (4/11/2019).

“Tahun depan itu kami juga akan membangun setidaknya target RPJMD itu ada 3 ITF yang harus kami bangun,” kata Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto.

Mendengar ucapan Asep, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik merasa pembayaran jasa konsultan pembangunan ITF sampai membutuhkan dana Rp10 miliar.

“Waktu mendesain ITF itu kan mestinya sudah ada desainnya. Masa setiap ITF, bapak mau kasih Rp10 miliar pendampingan?” tanya Taufik.

Taufik dan Asep pun lantas terlibat perdebatan karena Asep tetap keukeuh minta duit warga Jakarta Rp10 miliar untuk membayar konsultan.

Perdebatan baru berakhir ketika Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah memutuskan hanya menyetujui anggaran konsultan sebesar Rp6 miliar.

“Ini Rp10 miliar  terlalu tinggi. Kalau mengacu pada ITF Sunter itu kan anggarannya Rp2 miliar, berarti kalau tiga itu Rp6 miliar. Sudah kita pukul rata saja (jadi Rp6 miliar),” kata Ida.

Ida menyiratkan anggaran Rp 6 miliar itu pun sebenarnya sudah berlebih. “Itu kan pembangunan nggak mungkin tiga-tiganya toh,” kata Ida. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed