oleh

Menag Fachrul Razi Pernah Pecat Pembantu Pro-Khilafah

-Nasional-141 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bercerita dirinya pernah mempunyai pembantu (asisten rumah tangga) yang pro-khilafah. Pembantu itu kemudian dia pecat.

Menurut Fachrul, pembantu itu bekerja padanya sudah sekitar 20 tahun. Awalnya tidak tahu apa-apa soal agama, apalagi khilafah. Karena itu, keluarga Fachrul tengah mengajarkan agama Islam kepada pembantu itu.

Saat mendalami agama Islam,  pembantu yang tak ia rinci namanya itu mulai membicarakan paham khilafah. Padahal, keluarga Fachrul tak pernah mengajarkan hal itu.

“Mengaji belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. Sembahyang belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. Kami berangkatkan umrah, tidak lama kemudian sudah ngomong khilafah,” kata Menag Fachrul Razi di Hotel Aryaduta Lippo Village Boulevard, Jalan Boulevard Jend. Sudirman, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang, Rabu (6/11/2019).

Fachrul pun berusaha menasihati. Namun sang pembantu malah balik menceramahi Fachrul soal khilafah.

“Malah bilang ke saya begini, ‘Pak, pokoknya Islam di Indonesia yang betul khilafah, Pak. Supaya non muslim keluar dari Indonesia.’ Bahaya sekali orang ini, padahal dididik belum lama. Akhirnya saya keluarkan daripada membahayakan di tempat kami,” ujar Fachrul.

“Kita ajarkan, kita jelaskan, susah. Karena mungkin dia sudah terlalu banyak dekat dengan beberapa orang di musalanya yang turut menjejali,” sambungnya.

Fachrul kemudian menceritakan momen saat pembantunya tersebut ditanya tetangga mengapa keluar dari pekerjaan di rumahnya. Dia menyebut pembantunya menjelekkan dirinya sudah ‘salah jalan’.

“Pada saat ditanya tetangganya, ‘Kenapa kamu keluar dari rumah Jenderal?’, ‘Habis Pak Jenderal sudah salah jalan,'” ucap Fachrul.

Fachrul juga bercerita ketika dia mengajari anak-anak soal agama Islam. Dia mengatakan, jika seseorang mendalami agama Islam lalu memusuhi orang lain, menurutnya, berarti ada yang salah dalam penafsiran orang tersebut.

“Islam itu adalah rahmat bagi alam semesta. Pokoknya kalau dia ada ajaran yang berbau membawa bencana memusuhi orang pasti, bukan agama Islam. Pasti ada yang salah di dalam menafsirkan Islam,” katanya. (vidi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed