oleh

Cina dan Perancis Sepakat Kerja Sama Bisnis Senilai Rp 210 Triliun

Beijing, Radar Pagi – Presiden Cina Xi Jinping  dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan kontrak kerja sama baru senilai 15 miliar dolar AS (lebih dari Rp 210 triliun). Kesepakatan ditandatangani kedua pemimpin negara pada Rabu (6/11/2019) di Beijing.

Dengan kesepakatan itu, nantinya 20 perusahaan Prancis diizinkan untuk mengekspor unggas, daging sapi, dan babi ke Cina.

Dalam kunjungannya ke negeri tirai bambu tersebut, Macron turut mengajak sebanyak 30 delegasi bisnis perusahaan Prancis.

Presiden Xi Jinping menyampaikan bahwa dirinya dan Macron “mengirim pesan ke seluruh dunia mengenai pentingnya menegakkan multilateralisme dan perdagangan bebas, serta membangun ekonomi yang terbuka.”

“Membuka akses pasar dan kemitraan di antara perusahaan-perusahaan yang kami miliki (Prancis dan Cina) adalah sebuah prioritas,” ujar Macron. Kedua negara menargetkan untuk “membangun kerja sama yang stabil di tengah kondisi dunia yang dinilai semakin tidak menentu.”

Macron dan Xi juga menandatangani kesepakatan pencegahan produksi minuman anggur dan keju palsu di Cina.

Kesepakatan ini terjalin di hari yang sama ketika Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga mengumumkan dibukanya kembali keran ekspor daging sapi dan babi ke Cina.

 Perjanjian Paris

Dalam kesempatan ini, Macron dan Xi juga menegaskan kembali pentingnya Perjanjian Paris. Mereka menyebutnya sebagai sesuatu hal yang “tidak dapat diubah.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Amerika Serikat akan menarik diri dari Perjanjian Paris yang diumumkan Presiden AS Donald Trump awal pekan ini.

Macron dan Xi pun menentang keputusan Trump, menyatakan bahwa “hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim mengancam perdamaian dan stabilitas global.”

Mereka juga berkomitmen bahwa kedua negara akan terus menjalin kerja sama dalam perjuangan melawan perubahan iklim. (dw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed