oleh

Kasus Mayat Dicor Semen di Jember, Istri dan Anak Korban Jadi Tersangka

-Hukum-193 views

Jember, Radar Pagi – Temuan kerangka manusia yang terkubur dalam cor-coran semen sebuah rumah di Dusun Joruju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Minggu , 3 November 2019 silam semakin menemukan titik terang.

Korban dipastikan bernama Sugiono alias Surono (51) yang hilang sekitar 7 bulan lalu. Dia dikubur di belakang rumah yang kini sudah disamarkan dengan dibangun mushola kecil di atasnya.

Istri dan anak korban masing-masing berinisial BS (47) dan BR (27) resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

“Kedua tersangka melakukan pembunuhan secara berencana yang dilakukan pada akhir Maret 2019 dengan barang bukti sebuah linggis yang diduga digunakan untuk membunuh korban,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat pers rilis di Mapolres Jember, Kamis, 7 November 2019, dikutip dari Antara.

Dia menuturkan, korban Sugiono meninggal dunia karena kekerasan benda tumpul yakni korban dipukul dengan linggis di pipi dan rahang sebelah kiri hingga hancur, kemudian akibat luka itu, korban mengalami pendarahan hebat hingga sesak napas dan darah masuk ke paru-paru sampai akhirnya korban meninggal dunia.

“Kedua tersangka merencanakan pembunuhan tersebut, namun yang melakukan eksekusi membunuh korban dengan linggis yakni anaknya BR dan istri korban mengetahui kejadian itu,” tutur dia.

BR kemudian menguburkan bapaknya di belakang rumah dengan atasnya dicor semen, tapi beberapa hari kemudian semen tersebut pecah sehingga dicor lagi setinggi 25 cm sekaligus dibuatkan mushola dan dapur di atasnya.

“Setelah membunuh bapaknya, tersangka BR membawa tas korban yang berisi uang Rp 6 juta dan sepeda motor korban yang dijualnya sekitar Rp19 juta, kemudian BR kembali bekerja di Pulau Bali,” ujarnya.

Kedua tersangka awalnya berbelit-belit dalam memberikan keterangan kepada penyidik karena istri dan anak korban saling menuduh siapa yang menjadi pelaku pembunuhan Surono.

BR menuduh ibunya membunuh Surono saat BR masih bekerja di Pulau Bali. Ketika pulang, kata BR, ibunya mengaku telah membunuh bapaknya dan mencor mayatnya dalam tanah.

Sebaliknya BS menuduh anaknya yang telah membunuh korban. Polisi sendiri mempercayai keterangan BS karena bila dilihat dari luka yang dialami korban, kecil kemungkinan tenaga BS bisa menghancurkan rahang suaminya dengan linggis.

Barang bukti yang diamankan di antaranya celana pendek korban, baju korban, sarung korban, sprei, palu, cangkul, dan linggis yang sudah diamankan oleh penyidik Polres Jember.

Untuk motifnya adalah dendam karena masalah warisan.

“Dari pemeriksaan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, kami duga motif warisan atau dendam yang menyebabkan korban Surono dibunuh oleh pelaku,” ujar dia. (igo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed