oleh

Midway, Kisah Penyintas Pearl Harbour Lumpuhkan AL Jepang di Front Pasifik

-Kabar Seni-189 views

Jakarta, Radar Pagi – Film ‘Midway’ baru tayang di bioskop di Indonesia pada Jumat (8/11/2019) kemarin. Film yang berlatar kisah nyata tentang pertempuran Midway di front Pasifik antara pasukan sekutu dengan balatentara Kekaisaran Jepang yang terkenal berani mati ini langsung menarik perhatian publik karena dibintangi aktor tampan Nick Jonas.

Nick Jonas berperan sebagai Bruno Gaido. Pemeran lainnya yakni Ed Skrein, Patrick Wilson, Luka Evans, Aaron Eckhart, Mandy Moore, Dennis Quaid, Woody Harrelson, Etsushi Toyokawa, dan Jun Kunimura

Kemunculan Nick Jonas mengingatkan pecinta film dunia pada film Pearl Harbour (2001) yang saat itu juga dibintangi actor-aktor muda tampan dan aktris cantik yang sedang naik daun, seperti Ben Affleck, Josh Hartnett, dan Kate Beckinsale. Belum lagi penampilan Alec Baldwin sebagai Kapten Doolitle, yang tetap kelihatan keren di usia 40-annya.

Skenario film berdurasi 138 menit ini digarap Wes Tooke. Roland Emmerich didapuk sebagai sutradaranya. Emmerich merupakan sutradara film ‘Independence Day’ dan ‘The Day After Tomorrow’, Anonymous, White House Down, dan ‘The Patriot’.

Secara keseluruhan, pemilihan karakter pada film ini cukup baik, namun logat British Ed Skrein cukup kentara, terutama saat dia berbicara dengan sang istri, Ann (Mandy Moore).

Padahal Ed yang berperan sebagai Dick Best adalah pemeran utama. Alhasil, di beberapa bagian film, penonton seolah mendengar tentara Inggris berkostum tentara Amerika sedang bicara.

Ed Skrein sendiri sebelumnya berperan di film Ill Manors (2012), Deadpool (2016), The Model (2016), In Darkness (2018), If Beale Street Could Talk (2019), Alita: Battle Angel (2019), dan Maleficent: Mistress of Evil (2019).

Titik Balik Kejatuhan Jepang

Film berkisah pasca serangan terhadap Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Sehingga fokus film ini adalah kisah perjuangan para penerbang dan pelaut Amerika Serikat yang selamat dari tragedi Pearl Harbour.

Dikisahkan, setelah sukses menggempur Pearl Harbour, Jepang akan menyerang Midway. Pemerintah Amerika Serikat lalu membuat strategi perlawanan. Namun peralatan militer dan jumlah personil yang masih kurang, membuat kondisi fisik dan mental para tentara Amerika Serikat terkuras selama perang berlangsung.

Seperti kebanyakan film produksi negeri Paman Sam, kerangka cerita telah banyak dimodifikasi untuk tujuan hiburan. Akibatnya meski berlandaskan pada peristiwa nyata, yaitu pertempuran Midway, namun di sana-sini sudah terjadi perubahan cerita.

Bagi pecinta sejarah yang tahu pasti jalannya peperangan di front Pasifik tentu jangan banyak tanya, apalagi protes. Cukup duduk manis dan nikmati saja hiburan yang disajikan.

Cerita berawal pada tahun 1937 saat Jepang sedang berusaha menginvasi Tiongkok. Jepang tidak terima dengan sikap netral AS yang tidak menginginkan adanya peperangan.

Cerita berlanjut ke akhir tahun 1941 hingga pertengahan 1942. Yang mana secara mendadak, pangkalan militer AL AS di Pearl Harbour diserang oleh Jepang karena keberadaan pangkalan tersebut dinilai sangat menghambat laju pasukan Jepang di kawasan Pasifik.

Serangan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh salah satu agen bernamaEdwin Layton (Patrick Wilson). Namun sayangnya, informasi tersebut diragukan oleh para perwira tinggi AL kala itu. Akibatnya, serangan tersebut merenggut nyawa lebih dari 2.000 personil Angkatan Laut AS.

Demi mencegah terulangnya kejadian serupa, AS menyusun berbagai macam strategi untuk membalas serangan Jepang dan juga menjaga kedaulatan negara. Di antaranya memperkuat kekuatan intelejen, AU, AL, dan juga AD di bawah pimpinan Laksamana Chester W. Nimitz (Woody Harrelson).

Pertempuran Midway sendiri menurut kisah aslinya, bermula dari keinginan Jepang untuk menduduki Atol Midway sebagai bagian dari rencana memperluas garis luar pertahanan mereka yang menyempit akibat serangan udara penerbang-penerbang marinir Amerika di bawah pimpinan Doolittle.

Operasi Midway dianggap sebagai persiapan serangan Jepang selanjutnya untuk menginvasi Fiji dan Samoa. Namun rencana ini cacat akibat kesalahan asumsi Jepang tentang kemampuan intelijen Amerika Serikat.

Pemecah kode Amerika ternyata berhasil memecahkan sandi Jepang tentang tanggal dan lokasi serangan dapat diketahui. Angkatan Laut AS langsung menyusun rencana penyergapan. Akibatnya empat kapal induk Jepang lengkap dengan ratusan pesawat terbang dan ribuan personil di atasnya, serta sebuah kapal penjelajah berat berhasil ditenggelamkan. Sementara pihak Amerika Serikat hanya kehilangan sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak.

Kerugian besar berupa tenggelamnya empat kapal induk, pesawat, dan terutama tewasnya penerbang dalam jumlah besar sangat melemahkan kekuatan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Midway menjadi titik balik di mana militer laut Jepang akhirnya hanya bisa menjadi pihak yang bertahan.

Film ‘Midway’ pernah difilmkan pada 1976 dengan judul yang sama Midway. Saat itu sederetan aktor kelas kakap yang terkenal jago berakting, bukan sekadar jual tampang seperti artis zaman sekarang terlibat sebagai pemainnya. Sebut saja Charles Heston, Henry Fonda, James Coburn, Glenn Ford, hingga Toshiro Mifune. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed