oleh

Polisi yang Tangkap Putra Raja Narkoba El Chapo Ditembak 155 Kali

Culiacan, Radar Pagi – Eduardo (30), seorang perwira polisi Meksiko yang terlibat dalam penangkapan Ovidio Guzman dibunuh dengan 155 kali tembakan di lokasi parkir mobil di luar pusat perbelanjaan di Kota Culiacan.

“Meratapi kematian polisi negara bagian, Eduardo, yang kehilangan nyawanya pada hari Rabu di Sinaloa,” kata kepolisian setempat di Twitter.

Pelaku penembakan perwira polisi tahun itu diduga terkait Kartel Sinaloa, sebuah kartel narkoba yang pernah dipimpin raja kartel narkoba Joaquin Archivaldo Guzman Loera alias El Chapo. Saat ini, El Chapo mendekam di penjara Amerika Serikat (AS).

Dugaan tersebut muncul karena Eduardo pada 17 Oktober 2019 lalu menangkap Ovidio Guzman yang merupakan putra El Chapo.

Namun Ovidio terpaksa dibebaskan setelah Kartel Sinaloa meluncurkan perang dengan cara membantai warga sipil yang membuat pemerintah Meksiko takut dan menyerah.

Dikutip dari Daily Mirror, Sabtu (9/11/2019), dosa Eduardo terbilang dobel, karena sebelumnya dia juga terlibat penangkapan El Chapo yang membuat raja narkoba itu diekstradisi ke AS.

Kejadian penembakan terhadap Eduardo yang terekam CCTV menunjukkan sebuah mobil merah mengikuti mobil putih yang ditumpangi Eduardo ke tempat parkir sebelum akhirnya dua pria bersenjata melepaskan tembakan 155 kali pada Rabu kemarin.

Sebanyak 155 selongsong peluru ditemukan di sekitar korban, itu belum termasuk yang bersarang di tubuhnya.

Tidak banyak yang diungkap mengenai sosok Eduardo, seperti siapa nama lengkapnya dan pangkatnya. Hal itu dimaksudkan untuk melindungi identasnya sehingga keluarganya aman dari incaran balas dendam kartel narkoba.

Hanya saja disebutkan Eduardo menjadi petugas Kepolisian Nasional Meksiko pada 2013 dan terakhir memegang posisi sebagai pengawal Wakil Menteri Keamanan Publik Carlos Alberto Hernandez Leyva. Dia merupakan bagian dari tim elite kepolisian di Negara itu.

Tidak jelas apakah Eduardo sedang bertugas atau tidak saat ditembak. Dia diketahui membawa senjata saat diserang namun tidak sempat menggunakannya. (vidi)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed