oleh

Demo Melanda Irak, 301 Orang Tewas, 15 Ribu Terluka

Jakarta, Radar Pagi – Sedikitnya 301 orang tewas dan 15 ribu lainnya luka sejak demo anti pemerintah melanda kota-kota besar di Irak mulai Oktober kemarin.

“Jumlah korban tewas yang lebih tinggi tercatat, termasuk dua orang yang terbunuh pada Jumat lalu di kota Basra selatan selama demonstrasi yang berujung bentrok,” kata Komisi Tinggi Independen untuk Hak Asasi Manusia (IHCHR) dikutip dari CNN, Minggu (10/11/2019).

Suasana Irak saat ini mirip Indonesia jelang Reformasi 1998 dimana tiada hari tanpa demo. Bedanya demo di Irak jauh lebih besar karena melibatkan semua golongan masyarakat dan jumlah korban pun jauh lebih besar karena aparat bertindak sangat represif.

Pemerintah menggunakan kekuatan bersenjata hingga banyaknya korban tewas. Pemerintah mengatakan, petugas hanya menembak ketika diserang, tetapi para demonstran membantahnya.

Pemerintah juga memberlakukan jam malam dan menghentikan layanan internet untuk mencegah penyebaran provokasi melalui medsos yang dalam beberapa hal justru membuat warga Irak semakin kesal.

Kondisi perekonomian Irak saat ini benar-benar terpuruk, beda jauh saat masih dipimpin rezim Saddam Husein. Beragam masalah menerpa negeri 1001 malam itu, mulai persoalan pengangguran, korupsi pemerintah, hingga minimnya layanan dasar kepada rakyat seperti listrik dan air bersih.

Banyak warga Irak menyalahkan partai-partai politik yang saat ini berkuasa atas kesulitan ekonomi. Skala aksi demonstrasi ini pun diyakini sebagai demo terbesar sejak jatuhnya mantan presiden Irak Saddam Hussein pada 2003.

Para demonstran menyerukan pemilihan dini dan menuntut agar pemerintah mundur. Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi setuju mengundurkan diri pada 31 Oktober lalu setelah berminggu-minggu diprotes demonstran anti-pemerintah.

“Perdana Menteri setuju mengundurkan diri. Abdul Mahdi telah meminta blok politik mencapai alternatif yang dapat diterima untuk mencegah kekosongan,” kata Presiden Irak Barham Salih, beberapa waktu lalu. (yogie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed