oleh

Pengantin ISIS Asal Amerika Menyesal, Ngemis Minta Pulang

Al-Roj, Radar Pagi – Hoda Muthana, seorang wanita kelahiran Amerika Serikat (AS) yang pada tahun 2014 berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis ISIS kini merasa sangat menyesal. Dia pun mengemis kepada pemerintah AS untuk memulangkannya dari Suriah.

“Siapa pun yang percaya pada Tuhan percaya bahwa setiap orang pantas mendapat kesempatan kedua, tidak peduli betapa berbahayanya dosa mereka,” kata Muthana seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (11/11/2019).

Dia pun kembali memohon untuk dipulangkan dari kamp pengungsi tempat dia tinggal bersama putra kecilnya di Suriah. Putra itu dilahirkannya di Suriah, setelah dia dijadikan pengantin oleh ISIS. Dijadikan pengantin artinya disuruh menikah dengan salah seorang anggota ISIS.

Kalau anggota itu sudah bosan, si pengantin bisa diceraikan untuk dinikahkan lagi dengan anggota ISIS lainnya. Demikian pula bila si suami meninggal saat berperang, si janda boleh dinikahi oleh pejuang ISIS lainnya.

Hoda Muthana dijanjikan masuk surga berkat perjuangannya bersama ISIS, tentu bukan berjuang di medan perang, tapi berjuang di atas ranjang. Namun sekarang Hoda merasa apa yang telah dilakukannya dan apa yang telah dilakukan ISIS merupakan suatu kesalahan besar.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Muthana mengaku menyesali semua hal yang dilakukan oleh ISIS. Dia benar-benar sangat ingin pulang ke Alabama.

“Saya tidak mendukung pemenggalan dari (ISIS) dari hari 1, sampai sekarang saya tidak mendukung kejahatan dan serangan bunuh diri mereka,” ujar Muthana.

Wawancara itu dilakukan di timur laut Suriah di kamp pengungsi Al-Roj, yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi, tempat Muthana tinggal bersama putranya yang berusia dua tahun, Adam.

Dia juga merasa sangat khawatir akan keselamatan hidupnya karena dia bisa menjadi sasaran oleh orang-orang di kamp yang masih setia pada paham ISIS.

Sayangnya, pemerintah AS telah menolak Hoda Muthana untuk kembali dengan alasan ia bukan warga negara Amerika. Sebenarnya pemerintah AS juga nggak kejam-kejam amat pada warganya yang terjerat halu surga ala ISIS, karena mereka telah memulangkan beberapa wanita asal Amerika yang terkait dengan kelompok itu, bersama dengan anak-anak mereka yang diproduksi di Irak atau Suriah, tetapi tidak kepada Hoda Muthana.

Washington berargumen bahwa dia bukan warga negara AS meskipun dia dilahirkan di AS karena dia adalah putri seorang diplomat yang bekerja untuk pemerintah Yaman pada saat itu. Dengan demikian, menurut AS, meski lahir dan besar di AS tetapi Hoda adalah warga negara Yaman. (fitria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed