oleh

Bupati Malang Minta Dinkes Buat Program Kesehatan Khusus ASN

-NUSANTARA-163 views

Kab. Malang Radar Pagi – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M membuka Rapat Koordinasi Kabupaten Malang Menuju Universal Health Coverage yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, di Ball Room Ijen Suites Resort and Convention, Kota Malang, Senin (11/11/2019).

Langkah ini dilakukan Pemkab Malang untuk terus berakselerasi mencari satu titik temu dengan beberapa pihak dalam wujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan kepada masyarakat atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam arahannya, Bupati Malang menyampaikan kesehatan merupakan salah satu indikator pembangunan manusia dan perekonomian suatu bangsa. Sustainable Development Goals yang mempunyai 17 poin tujuan.

“Salah satu capaian yang ingin diwujudkan pada poin ketiga yakni Universal Health Coverage. Universal Health Coverage merupakan suatu keadaan dimana setiap orang dapat menerima kebutuhan dasar berupa layanan kesehatan, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif,” katanya.

Hal itu, kata Bupati, demi tercapainya status kesehatan yang lebih baik, tanpa adanya kekhawatiran kesulitan finansial dalam mengaksesnya.

“Berkaitan dengan hal tersebut, tentunya Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK, Red) diharapkan dapat berjalan optimal, mengingat salah satu indikator yang berkaitan dengan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, memegang peranan strategis, guna mewujudkan tercapainya Universal Health Coverage,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral antara instansi vertikal maupun horizontal mutlak diperlukan dalam mengoptimalkan program JKN.

Dia berharap pertemuan inidapat menjadi wadah koordinasi, konsolidasi, dan saling kerjasama dalam mengupayakan agar cakupan masyarakat Kabupaten Malang yang menjadi peserta JKN dapat mencapai angka 100 persen.

”Saya juga berpesan untuk dilaksanakan, agar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membuat program: ASN wajib dilakukan cek kesehatan minimal setahun dua kali jika memungkinkan bisa dicover APBD. Jangan sampai ASN dituntut ajak masyarakat hidup sehat tetapi ASN-nya sendiri justru sakit-sakitan. Kedua, aktifkan berolahraga minimal setiap hari  gerak 10 ribu langkah (jalan kaki). Ketiga, siapkan konsultan gizi bagi ASN, sehingga para ASN faham berapa harus yang dikonsumsi dan apa yang harus dibakar (kalorinya),” kata Bupati. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed