oleh

Komisi I Tanyakan Nasib Habib Rizieq dan Masalah Papua ke Menlu

-Nasional-167 views

Jakarta, Radar Pagi – Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi. Dalam kesempatan itu, Komisi I bertanya perihal nasib Habib Rizieq Shihab.

“Mohon penjelasan terkait status pencekalan Saudara Habib Rizieq,” ujar Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon, di Ruang Rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Kemudian, Effendi juga menyoroti masalah Papua. Dia mempertanyakan terminologi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

“Kalau sudah separatis, berarti resmi mengakui gerakan di Papua itu separatis. Mohon konfirmasi Bu,” ujarnya.

Sementara itu, rapat kerja komisi I DPR digelar tertutup bagi media massa setelah pemaparan awal Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi dan pertanyaan anggota komisi I DPR.

Alhasil, jawaban Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi terhadap pertanyaan Effendi Simbolon soal Habib Rizieq tidak diketahui media massa.

Retno terlihat langsung mencatat pertanyaan Effendi. Namun dia belum menjawab pertanyaan Effendi. Sebab, sesi pertanyaan masih berlangsung.

Retno menampung pertanyaan dan masukan terlebih dahulu untuk dijawab pada sesi selanjutnya.

Effendi juga menyoroti masalah Papua. Dia mempertanyakan terminologi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

“Kalau sudah separatis, berarti resmi mengakui gerakan di Papua itu separatis. Mohon konfirmasi Bu,” ujarnya.

Rapat kerja komisi I DPR juga digelar tertutup bagi media massa setelah pemaparan awal Menlu Retno dan pertanyaan anggota Komisi I DPR tadi.

Sebelumnya dedengkok FPI Habib Rizieq  mengaku tidak dapat pulang dari Arab Saudi ke Indonesia lantaran ditangkal oleh pemerintah untuk masuk ke tanah air. Hal itu disampaikan Rizieq melalui video yang tersebar di YouTube.

Melalui video itu, Rizieq menyatakan Pemerintah Indonesia mengirimkan “surat pencekalan” kepada Pemerintah Arab Saudi agar dirinya tak diperbolehkan pulang karena alasan keamanan. Rizieq juga menunjukkan surat pencekalan itu.

Namun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan surat cegah atau tangkal kepada Rizieq Shihab.

“Saya ingin tahu itu surat benar? Apa surat resmi atau berita koran atau apa, kan begitu? Cuma dibeginikan (diperlihatkan) di medsos. Coba suruh kirim copy-nya ke saya, saya ingin tahu,” tutur Mahfud MD.

Pernyataan Rizieq juga disangkal oleh Kedubes RI di Arab Saudi. (rian)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed