oleh

Survei LSI: Publik Lebih Percaya KPK Ketimbang Jokowi

-Nasional-336 views

Jakarta, Radar Pagi – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei tingkat kepercayaan publik pada September 2019 kemarin. Hasil survei baru dirilis bulan ini. Ternyata LSI mendapati tingkat kepercayaan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih tinggi dibanding Presiden.

Survei dilakukan dua kali, yakni sebelum dan setelah pelaksanaan pemilihan presiden 2019 lalu. Survei-survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 populasi pemilih nasional di 34 provinsi dengan metode wawancara langsung. Riset memilikiĀ margin of errorĀ sekitar 2,9 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada lembaga antirasuah itu sebesar 85,7 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo sebesar 75,2 persen. Artinya, ada selisih besaran tingkat kepercayaan 10,5 persen antara KPK dan Presiden.

Kendati demikian, tingkat kepercayaan terhadap KPK cenderung berkurang jika dibanding sebelum pelaksanaan Pilpres 2019. Berdasarkan survei yang dilakukan LSI pada Juli 2018, sebesar 89 persen masyarakat percaya bahwa lembaga antirasuah tersebut bekerja untuk kepentingan rakyat.

Penetapan Inspektur Jendral Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru oleh Komisi III DPR RI ditengarai menjadi sebab turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap KPK. Lalu Revisi Undang-Undang Nomor 30 tentang KPK juga memberi andil turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK.

“Itu kombinasi dari banyak faktor,” kata Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

LSI juga mendapati kepercayaan masyarakat kepada Mahkamah Konstitusi (MK) juga mengalami penurunan. 76,4 persen masyarakat masih percaya pada MK pada Juli 2018. Namun tingkat kepercayaan itu menurun menjadi 70,2 persen seusai pelaksanaan pemilihan kepala negara pada 2019 lalu.

“Mereka yang tidak percaya bahwa MK bekerja untuk kepentingan rakyat cenderung naik dari 10 persen saat prapilpres menjadi 17,4 persen pascapilpres 2019,” katanya.

Menurut Adjie, pemerintah perlu menyikapi serius penurunan yang terjadi di beberapa lembaga negara tersebut sehingga kemampuan lembaga negara untuk menjaga, bahkan mengembalikan tingkat kepercayaan itu semakin mengerdil sehingga terus merosot.

Dia menilai kampanye negatif yang menyerang kredibilitas aneka lembaga dan presiden berperan sangat besar terhadap turunnya tingkat kepercayaan publik. (vidi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed