oleh

Tim Gabungan Masih Cari Ratusan Bangkai Babi yang Mengapung di Danau Siombak untuk Dikubur

-NUSANTARA-818 views

Medan, Radar Pagi – 351 ekor bangkai babi yang mati terkena virus hog cholera dan mengapung di Danau Siombak akhirnya dikuburkan secara massal, Selasa (12/11/2019) di enam titik di sekitar Danau Siombak dan Sungai Bedera, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Penguburan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Pemko Medan, BPBD, Polres Pelabuhan Belawan, TNI dan dibantu masyarakat setempat.

Bangkai babi tersebut dikuburkan dalam lima lubang besar yang sebelumnya sudah disiapkan oleh pihak Pemko Medan. Penguburan dengan menggunakan alat berat jenis Amphibi.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.58 WIB, Camat Medan Marelan M Yunus tampak menaiki Speedboat untuk memantau lokasi penguburan bangkai babi.

Setelah melakukan pemantauan, sekitar pukul 11.14 WIB rombongan dua speedboat yang memantau lokasi penguburan bangkai babi kembali ke bibir Danau Siombak.

“Kita sudah melakukan penguburan ratusan bangkai babi yang ada di Danau Siombak ini,” kata Camat Medan Marelan M Yunus.

Dia mengatakan, ratusan bangkai babi itu dimasukkan ke lubang sedalam dua meter. Meski demikian, katanya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk mencari kemungkinan adanya bangkai babi di aliran Sungai Bederah Medan dan Danau Siombak.

“Saat ini masih ada tim kami yang menyisir. Kita juga sudah membuat tim yang menyisir Sungai Bederah dan sudah menyiapkan satu lubang besar di sana,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap saat ini sudah 5.800 ternak babi mati di 11 kabupaten di Sumut. Azhar juga mengimbau agar masyarakat tidak membuang bangkai babi ke sungai maupun ke hutan. Selain itu, distribusi ternak antar daerah di Sumut juga diperketat untuk menghindari penyebaran virus hog Cholera atau kolera babi.

Ke-11 Kabupaten/Kota yang terkena wabah virus tersebut yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir. (IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed