oleh

Bolak-balik Setubuhi Anak Kandung, Residivis Kambuhan Dibekuk Satreskrim Polres Malang

-Hukum-249 views

Malang, Radar Pagi – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang mengamankan seorang residivis yang sudah tiga kali masuk penjara. Tersangka AJ (42), warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, dibekuk polisi atas kasus perkosaan gadis yang masih umur 14 tahun yang ternyata anak kandungnya sendiri. Dari hasil pemeriksaan, korban sudah digagahi sejah 2018 lalu.

“Dari hasil pemeriksaan kami, pelaku sudah menyetubuhi anak gadisnya sendiri sebanyak sembilan kali. Lima kali dilakukan di Tretes, dua kali di rumah dan dua kali di sebuah losmen di kawasan Lawang,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Rabu (13/11/2019) sore.

Kata Andaru, korban berinisial SDL adalah anak kedua tersangka bersama istri pertamanya. Setelah bercerai, tersangka menikah lagi.

“Tersangka ini pernah masuk penjara sebanyak tiga kali. Pertama kasus kepemilikan senjata tajam, lalu kasus curanmor dan kasus pencurian televisi. Kasus perkosaan ini terungkap setelah korban menceritakan perbuatan ayah kandungnya pada kakek dan tunangannya,” terang Andaru.

Sembilan kali disetubuhi ayah kandungnya, SDL tidak berani melawan karena diancam tidak akan dinikahkan dan menjadi sasaran pemukulan jika menolak melayani nafsu tersangka.

Selain dibawa ke Tretes dan disetubuhi lima kali, korban terakhir dipaksa melayani nafsu birahi ayah kandungnya di sebuah losmen di Lawang, Kabupaten Malang pada 31 Oktober 2019 lalu.

“Saat itu korban dijemput ayahnya. Korban bekerja sebagai pelayan warung makan di Pasuruan. Kemudian dibawa ke Losmen di Lawang dan disetubuhi,” papar Andaru.

Sementara itu, AJ mengaku nekat menyetubuhi anak kandungnya sendiri karena tahu anaknya sudah tidak perawan.  “Dia sudah tidak perawan lagi, saya tahu. Anaknya nakal,” tutur Jalil.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed