oleh

Raungan Sirene Tsunami Pasca Gempa 5,1 SR Bikin Ribuan Warga Buleleng Ngungsi ke Tempat Tinggi

-NUSANTARA-164 views

Buleleng, Radar Pagi – Kabupaten Buleleng, Bali, diguncang gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter, Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 17.21 WIB. Getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga membuat panik warga, bahkan terasa hingga ke Mataram dan Lombok Barat. Pusat gempa berada di laut 21 km Barat Daya Buleleng, Bali dengan kedalaman 10 km

“Dirasakan (MMI) III-IV Buleleng, III Denpasar, III Kuta, III Mataram, III Jembrana, II Lombok Barat, II Banyuwangi,” tulis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter-nya, Kamis (14/11/2019).

Belum diketahui ada tidaknya dampak akibat gempa itu. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hanya saja ribuan warga di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng mengungsi ke dataran tinggi akibat sirene peringatan tsunami berbunyi pasca-gempa. Selain itu beredar informasi yang diduga hoax jika air laut di wilayah pesisir Buleleng surut.

Ribuan warga terlihat memadati jalanan menggunakan kendaraan motor dan mobil hingga sempat terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan yang menambah kepanikan warga. Mereka berebutan ingin mengungsi ke daerah Seririt bagian atas.

Sementara itu. Kalak BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana langsung menuju Seririt untuk menenangkan warga sekaligus ingin menyelidiki kenapa sirene peringatan tsunami berbunyi, sementara info BMKG mengatakan tidak ada potensi tsunami.

“Info BMKG memang gempa tidak menimbulkan tsunami, namun alat deteksi tsunami atau sirene peringatan tsunami di Pantai Seririt berbunyi. Itu yang menimbulkan kepanikan warga. Kita juga ingin memastikan kabar surutnya air laut di wilayah tersebut,” ujar Ida Bagus Suadnyana.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dilaporkan sejauh ini, tetapi sejumlah rumah di Desa Musi Kecamatan Gerokgak, Buleleng mengalami kerusakan. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed