oleh

Menag dan MUI Dukung Rencana Calon Pengantin Wajib Kursus Pra Nikah

-Nasional-245 views

Jakarta, Radar Pagi – Menko PMK Muhadjir Effendy mendorong kepemilikan sertifikat menikah bagi calon pengantin. Sertifikat tersebut bisa didapat setelah pasangan yang akan menikah diwajibkan mengikuti program pembelajaran atau kursus pranikah.

“Maksud saya sertifikat itu harus dipastikan bahwa setiap calon pasangan pengantin muda, dia memang sudah dibekali pengetahuan dan pemahaman yang sangat cukup tentang itu sebelum dia menikah. Temasuk ini untuk menekan angka perceraian segala itu lho,” kata Muhadjir pada Kamis (14/11/2019).

Menanggapi gagasan tersebut, Mennteri Agama Fachrul Razi memberikan dukungannya. Menurutnya calon suami istri perlu mendapatkan nasihat-nasihat soal keluarga, kesehatan, hingga agama.

“Jadi kan sebelum orang menikah diberi beberapa nasihat-nasihat. Salah satunya masalah agama. Kemudian masalah kesehatan supaya jangan stunting (punya anak bertubuh pendek). Kemudian dikasih tahu pada saat hamil apa yang harus dia lakukan. Jadi betul-betul dia melahirkan bayi-bayi yang sehat,” kata Fachrul di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Karena itu, menurut Fachrul, setiap pasangan yang ingin menikah wajib ditatar. Dia mengatakan, kursus tersebut nantinya akan diberikan saat pasangan tersebut mengurus surat-surat untuk menikah.

“Pada saat mengurus surat-suratnya itu. Wajib untuk ditatar. Kan sama KUA kadang-kadang karena mau cepet makanya pada saat menikah saja dikasih nasihat,” ujarnya.
Dia mengungkapkan nantinya penataran akan dilakukan oleh petugas dari KUA. Selain itu juga dari penyuluh-penyuluh.

“Iya (petugas KUA) . Termasuk penyuluh-penyuluh kita yang di lapangan,” kata Fachrul.

Dukungan serupa datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun MUI meminta pemerintah memikirkan secara serius mengenai implementasi gagasan tersebut agar tidak terkesan membebani warga.

“Dari sisi idenya bagus, dari sisi implementasinya perlu dipikirkan sehingga tidak terkesan memberati dan membebani, oleh karena itu perlu dipikirkan sebaik-baiknya. Saya juga tidak ingin gara-gara itu nggak jadi kawin mereka,” kata Sekjen MUI Anwar Abbas, Kamis (14/11/2019).

Anwar tak ingin kebijakan sertifikat nikah ini membuat warga takut untuk melangsungkan pernikahan. Jangan sampai, menurut Anwar, si pria dan wanita tetap berhubungan walaupun tidak ada ikatan pernikahan.

“Jangan sampai terkesan sehingga membuat mereka takut, jangan sampai seperti itu. Susah ini. Akhirnya mereka nggak kawin. Tapi mereka berhubungan, kan gitu. Jangan sampai. Karena itu perlu dibicarakan dari cara yang paling bagus yang kira-kira membuat calon pengantin senang juga karena tahu,” ujar dia. (dtc/maria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed