oleh

Pembunuh Calo Sapi Diringkus di Babel Setelah 10 Hari Buron

-Hukum-730 views

Babel, Radar Pagi – Mulyanto (41) pelaku pembunuhan dua orang blantik (calo) sapi dengan cara diberi minum kopi campur racun serangga berhasil diringkus Tim Khusus Anti Bandit 308 Polres Lampung Tengah.

Dia ditangkap di tempat persembunyiannya di Provinsi Bangka Belitung, Kamis 14 November 2019, setelah buron selama 10 hari. Polisi sempat melepaskan tembakan untuk melumpuhkan tersangka karena hendak kabur saat akan ditangkap.

Mulyanto disangka membunuh Sukirno (35) dan Sodik (34) warga Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (31/10/2019). Mayat kedua korban ditemukan di Sungai Way Punggur, Kecamatan Bumi Rau Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Dari pengakuan tersangka, korban disuguhi minuman kopi yang sudah dicampur oleh racun tikus hingga tidak sadarkan diri, kemudian pelaku langsung memukul kedua korban menggunakan linggis hingga tewas.

Setelah korban meninggal pelaku langsung membawa kedua korban ke Kali Way Punggur, dan jasad korban atas nama Sodik diikat di akar pohon di Sungay Way Punggur sementara jasad Sukirno ditimbun di dalam lumpur.

Penemuan dua jasad blantik sapi itu berawal dari kecurigaan warga saat melihat hal yang mengambang di sungai. Setelah didekati, hal yang mengambang di sungai adalah mayat manusia.

Nursodik ditemukan di Sungai Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah pada Sabtu (2/11/2019). Sedangkan jasad Sukirno baru ditemukan pada Minggu (3/11/2019), sekitar 100 meter dari jasad Nursodik.

Pengungkapan kasus berawal dari kecurigaan polisi yang menerima info bahwa kedua korban menghilang setelah bertemu dengan tersangka.

Dari hasil penyelidikan terhadap YN, istri Mulyant, polisi akhirnya berkeyakinan bahwa Mulyanto memang pelakunya.

YN mengaku bahwa korban meninggal setelah diracun sang suami. Saat kejadian, YN dikurung di kamar, dan tak boleh keluar.

“Anak sama aku dikurung di kamar, nggak boleh keluar, habis dari situ korban dibikinin minum, nggak tahunya muntah-muntah,” katanya.

Adapun motif tersangka menghabisi nyawa kedua korban adalah untuk menguasai 4 ekor sapi yang saat kejadian diantarkan ke rumahnya. Ironisnya, sampai akhirnya tertangkap, pelaku belum berhasil menjual sapi-sapi itu. (igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed