oleh

Pelaku dan Korban Penembakan Sepakat Damai, Kapolres Majalengka: Surat Pencabutan Perkara Belum Kita Terima

-Hukum-176 views

Majalengka, Radar Pagi – Kapolres Majalengka, Jawa Barat, AKBP Mariyono, mengatakan pihaknya belum menerima surat pencabutan perkara kasus penembakan yang dilakukan Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Mariyono menuturkan apabila memang benar adanya pencabutan perkara dari korban, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu Kejaksaan.

“Proses pencabutan (perkara) sampai sekarang belum kita terima,” kata Kapolres Majalengka AKBP Mariyono di Majalengka, Sabtu (16/11/2019).

Dan untuk hasilnya juga belum tahu apa karena surat pencabutannya juga belum diterima oleh Polisi. Semua lanjut Mariyono harus mengikuti prosedur yang ada.

Sementara Penasihat Hukum tersangka IN, Dadan Taufik mengatakan kliennya yaitu IN dengan korban sudah sepakat berdamai dan kesepakatan itu diharapkan menjadi pertimbangan pihak penegak hukum.

“Alhamdulillah kliennya kami sudah bersepakat damai dengan korban dan semoga ini bisa dijadikan pertimbangan,” katanya. Dia memastikan bahwa korban juga akan mencabut laporannya terkait kasus penembakan, namun pihaknya juga akan mematuhi proses yang sedang berlangsung di Kepolisian.

“Saudara Panji (korban) juga sudah mencabut laporan Kepolisiannya. Akan tetapi untuk penahanan itu semua subyektivitas dan kewenangan penyidik,” tuturnya.

Sebelumnya, Panji Pamungkasandi (36) mengaku ditembak Irfan Nur Alam, seorang PNS sekaligus anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, pada Minggu (10/11/2019) malam, saat menagih uang Rp 500 juta.

Panji mengalami enam jahitan di telapak tangan kiri akibat berupaya menghindari peluru dari senjata jenis pistol yang Irfan tembakkan di pelataran ruko di Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Panji, uang Rp500 juta itu untuk pelunasan proyek SPBU. Karena perusahaannya bergerak di bidang kontraktor SPBU.

“Pengerjaannya sendiri sudah selesai bulan Mei. Dari Rp 800 juta baru dibayar Rp 300 juta. Sudah berkali-kali ditagih,” kata Panji di Bandung, Selasa (12/11/2019).

Sebelum terkena peluru di tangan, dia sempat disergap puluhan pria tak dikenal. “Jadi tembakan itu bukan untuk melerai, tiga kali tembakan,” kata Panji.

Dari tiga tembakan itu, kata Panji, ada dua orang yang terluka, yakni dirinya dan orangnya Irfan akibat kena peluru nyasar.

Irfan Nur Alam tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN di Pemkab Majalengka. Dari data yang tercantum di halaman setda.majalengkakab.go.id, Irfan menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Majalengka. Selain menjabat Kabag Ekbang di Pemkab Majalengka, pria kelahiran 13 Juni 1984 itu menjabat Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka.

Sebelum menjabat Kabag Ekbang, Irfan bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka. Sekda Kabupaten Majalengka Ahmad Sodikin membenarkan Irfan merupakan PNS di Pemkab Majalengka. (yon)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed