oleh

Polda Metro Benarkan Laporan Korlabi Terkait Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati

-Nasional-212 views

Jakarta, Radar Pagi – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan yang diajukan Koordinator Bela Islam (Korlabi) terhadap Sukmawati Soekarnoputri terkait masalah penistaan agama.

“Terlapor (Sukmawati) menyebutkan soal sosok ayahnya selaku mantan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno lebih berjasa daripada Nabi Muhammad Saw pada awal abad ke-20,” kata Ago, Sabtu (16/11).

Pelapor, kata Argo, mengaku melihat langsung lewat media sosial bahwa Sukmawati memberikan pernyataan tersebut dalam diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ yang diselenggarakan pada Senin (11/11) lalu.

“Pelapor sebagai umat Islam menerangkan pada tanggal 14 November 2019 sekitar pukul 16.00 WIB korban mendapat informasi dari kerabat dan melihat langsung dari Google,” kata Argo.

Argo mengatakan laporan tersebut bernomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum yang diterima pada 15 November 2019. Pihak pelapor menyebut Sukmawati membuat pernyataan yang dianggap menistakan agama.

Dalam laporan itu, tertera keterangan bahwa pihak pelapor bernama Ratih Puspa Nusanti. Novel mengatakan bahwa Ratih merupakan simpatisan Korlabi.

Argo mengatakan Sukmawati disangkakan melanggar pasal 156a KUHP tentang tindak pidana penistaan agama.

Klarifikasi Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri sudah mengklarifikasi pernyataannya yang menjadi kontroversi karena dianggap membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW. Dia menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.

Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, “Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?”.

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

“Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa,” ucap Sukmawati, dilansir CNNIndonesia lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11/2019).

Sukmawati menjelaskan video itu merekam momen ketika ia sedang berbicara di forum anak muda yang mengusung tema membangkitkan nasionalisme, menangkal radikalisme, dan memberantas terorisme.

Dalam ceramah itu, Sukmawati juga membahas soal perekrutan teroris. Sukmawati mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima, ada kelompok teroris melempar sejumlah pertanyaan saat proses perekrutan.

“Ada pertanyaan mereka adalah mana lebih bagus antara Alquran atau Pancasila. Saya hanya menceritakan kembali bahwa saya dapat informasi itu,” ucap Sukmawati.

Setelah itu, Sukmawati juga bertanya sejarah perjuangan mengingat forum tersebut memang digelar masih dalam rangka Hari Pahlawan.

“Saya hanya bertanya, siapa yang berjuang untuk kemerdekaan. Nabi yang mulia Muhammad atau Sukarno. Titik. Tapi diberitakannya, siapa lebih berjasa,” kata Sukmawati.

“Saya cuma pengin tahu, anak muda zaman sekarang itu tahu sejarah bangsanya atau tidak. Atau hanya tahu sejarah nabi yang mulia Muhammad?” ujarnya. (safrizal/fitria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed