oleh

Wali Kota Malang: Malang Creative Centre Tetap Dibangun 8 Lantai, Anggarannya Rp125 Miliar

-NUSANTARA-771 views

Malang, Radar Pagi – Rencana pembangunan Malang Creative Centre (MCC) yang akan direalisasikan pada 2020 mendatang masih menuai pro dan kontra. Meski anggaran pembangunan MCC telah disetujui, kritik atas pembangunan pusat ekonomi kreatif itu masih saja terus bergulir.

Jika sebelumnya besaran anggaran dinilai terlalu fantastis, kini tak sedikit yang menginginkan rencana pembangunan MCC dievaluasi. Bahkan pekan ini DPRD Kota Malang berencana menemui Pemerintah Provinsi Jatim untuk melakukan evaluasi. Salah satu poin yang akan disampaikan adalah usulan tinggi bangunan agar tidak 8 lantai seperti yang direncanakan, melainkan menjadi 1 hingga 3 lantai saja.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, MCC merupakan usulan dari komunitas kreatif di Kota Malang. Total ada sekitar 180 komunitas dengan 16 subsektor yang tergabung di dalamnya. Komunitas itu pun kemudian mengusulkan agar dibuat sebuah wadah khusus bernama MCC.

“Jadi ini usulan dari bawah, bukan inisiatif pemerintah,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Sutiaji menyampaikan, usulan untuk mengubah detail bangunan dari rencana 8 lantai menjadi 1 atau 3 lantai sangat sulit direalisasikan. Sebab 8 lantai sebagaimana yang diusulkan tersebut memiliki fungsi masing-masing.

Dia menegaskan, pembangunan yang direncanakan tersebut telah sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa detail engineering design (DED) MCC telah jadi sehingga pembangunan akan dilakukan sesuai rencana.

“Presiden Jokowi sudah menyampaikan jika Kota Malang adalah sentra ekonomi kreatif. Kami kuatkan di sana. Sebuah hal baru memang pasti akan menimbulkan reaksi dan kami terima kasih atas itu,” tegas politisi Demokrat itu.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, usulan DPRD Kota Malang untuk tak lagi menggunakan anggaran lebih dari Rp 125 miliar saat ini sudah dihitung oleh perangkat daerah terkait. Sehingga Pemkot Malang setuju untuk menggunakan Rp 125 miliar dan bangunan sudah berfungsi serta selesai dibangun pada 2020.

“Kemudian akan difungsikan tahun 2021. Hanya saja kalau Rp 125 miliar, masih belum ada fasilitas seperti eskalator dan lain sebagainya,” terang Sutiaji.

Gedung MCC tersebut nantinya akan dikelola oleh dinas terkait, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Nantinya akan dibentuk BLUD atau PT untuk dapat mengelola aset bangunan tersebut. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed