oleh

Pemprov DKI Pecat 12 Satpol PP Pembobol Mesin ATM

-Hukum-164 views

Jakarta, Radar Pagi – 12 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diduga membobol mesin ATM Bank Bersama melalui rekening Bank DKI dipecat guna mempermudah kepolisian dalam melakukan penyelidikan.

“12 oknum pegawai dari Satpol PP itu terdiri dari Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, saat dihubungi pada Kamis (21/11/2019).

Dia mengatakan sejak Rabu 20 November 2019, pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian atau pemecatan kepada 12 petugas satpol PP tersebut.

“Untuk komposisi asalnya mana saja, saya tidak ingat namun yang jelas paling banyak dari Jakarta Barat,” paparnya.

Berdasarkan aturan kepegawaian di DKI Jakarta, setiap pegawai kontrak yang terjerat perkara hukum, meski baru sebatas pemeriksaan penyidik bakal langsung dipecat. Berbeda penanganan bila statusnya pegawai negeri sipil (PNS). Pemecatan dilaksanakan bila pemerintah mendapat keputusan inkrah dari pengadilan terkait. Tapi selama masih proses pemeriksaan di ranah hukum, oknum PNS itu hanya diberhentikan sementara dari jabatannya dan hanya mendapatkan gaji sebesar 65 persen pendapatan.

“Berdasarkan BAP (berita acara pemeriksaan) dari Satpol PP yang kami terima, bahwa pelanggaran yang mereka lakukan itu kategori berat, sehingga pemerintah melakukan pemecatan, pemerintah juga tidak memberikan uang pesangon,” tandas Chaidir. (safrizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed