oleh

Suporter Indonesia Dikeroyok, Menteri Olahraga Malaysia Minta Maaf

-Nasional-135 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq, meminta maaf atas insiden pengeroyokan suporter Indonesia yang viral di media sosial.

Pernyataan Saddiq ini disampaikan melalui video berdurasi 1 menit dan sebuah cuitan yang disiarkan lewat akun media sosial Twitternya. Dia berjanji pelaku pasti akan diseret ke pengadilan.

“Saya memohon maaf. Setakat ini, kami masih perlukan semua pihak untuk bantu siasatan yang sedang dijalankan. Saya akan pastikan keadilan milik semua, tidak kira dari Malaysia atau Indonesia. Saya akan pastikan pesalah diheret ke muka pengadilan,” cuit Saddiq, Sabtu (23/11/2019).

Saddiq mengatakan, dari informasi yang dia dapat, insiden pengeroyokan itu terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat. Lokasinya, lanjut Saddiq, berjarak 20 km dari Stadiun Bukit Jalil, Malaysia.

Dia juga mengimbau kepada korban pengeroyokan untuk tampil ke publik guna memperlancar proses penyelidikan. Dia mengatakan, negaranya menjamin keadilan untuk seluruh wisatawan maupun warganya.

“Kami memohon supaya rekan-rekan yang khususnya dipukul untuk tampil ke hadapan untuk membantu siasatan (penyelidikan) ini. Kami ingin memastikan bahwa keadilan akan datang tidak kira bagi warga Malaysia atau Indonesia ini adalah tanggung jawab kami,” jelasnya.

Sebelumnya, Polis Diraja Malaysia (PDRM) juga meminta warga negara Indonesia yang jadi korban pengeroyokan untuk melapor ke polisi.

“Bagi memastikan siasatan kes ini dapat dilakukan secara menyeluruh, PDRM menggesa individu yang menjadi mangsa sebagaimana dipaparkan di dalam video tersebut, untuk tampil membuat laporan polis,” kata Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah PDRM, Dato’ Huzir Bin Mohamed dalam akun Twitter PDRM, Sabtu (23/11/2019).

Penyelidikan dilakukan usai PDRM menerima laporan penyebaran video berdurasi 48 detik di media sosial yang menunjukkan sejumlah orang yang diyakini sebagai WNI dikeroyok oleh orang yang disebut sebagai WN Malaysia. Insiden dalam video itu diduga berkaitan dengan pertandingan Timnas Indonesia Vs Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur menjelaskan kronologi pengeroyokan itu terjadi pada Senin (18/11/2019) di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia. Dua suporter Indonesia yang sedang tak mengenakan atribut didatangi sejumlah orang dan ditanya apakah mereka pendukung Indonesia atau Malaysia.

Karena menjawab dengan logat Indonesia, kedua supporter itu langsung dipukuli.

“Saat itu mereka ada di Bukit Bintang didatangi sekelompok orang Malaysia, ditanya apakah kamu suporter Indonesia atau Malaysia. Karena mereka menjawab dengan logat Indonesia terus langsung mereka dikeroyok oleh orang itu. Sementara seperti itu. Memang pada saat kejadian tidak ada atribut baik dari korban maupun pelaku,” jelas Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron Ambary dalam pernyataan pers yang disiarkan di channel YouTube KBRI KL, Jumat (22/11) kemarin.

Suporter Timnas Garuda memang berangkat ke Malaysia untuk menonton kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar pada Selasa (19/11/2019) di sana. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed