oleh

Puisi-puisi Rudi Santoso

GEJOLAK RINDU DI KESUNYIAN MALAM

Langit bertabur bintang

Laksana matamu yang selalu mengutuk kesunyian

Membawaku pada puncak kenikmatan

Oh wanitaku

Peluk tubuhku yang bergejolak rindu

Aku ingin merasakan getar cintaku dari tubuhmu

 

Dalam kesunyian, aku tak mampu berbahasa

Selain detak jantungku yang selalu bertanya

Apakah aku bisa hidup panjang denganmu selamanya..?

Yogyakarta, 2019

 

BUATAN KOPI PACARAKU

Menjelang tidur

Pecarku berbisik

Sayang, saat aku membuatkan kopi untukmu

Aku mengaduknya dengan cinta

Mencuci gelasnya dengan rindu

Mengukur takaran gulanya dengan kesetiaan

Maka jangan kau sisakan kecuali rasa di bibirmu

 

Berbarengan kecupan di keningnya

Aku berkata

Sayang. Segala tentangmu itu selalu menariki

Apalagi kopi buatanmu

Setelah itu

Aku dengannya menikmati romantisme cinta kasih

Dalam sebuah selimut yang dengan suara yang hening

Yogyakarta, 2019

 

SETELAH MEMINUM KOPI BUATAN SANG PACAR

Aku ingin menikmati hidup yang panjang

Dengan cinta dan rindu mu

Aku yakin sangat terasa nikmat yang tiada duanya, sayang

Seperti kopi buatanmu

Dan kecup bibirmu yang bringas

 

Aduk kopinya dengan cintamu

Tak usah takut pahit atau manis

Karena semuanya akan terasa nikmat jika itu buatanmu sendiri

Yogyakarta, 2019

 

PEREMPUAN ITU

Kepada : Sutariyanti

Lewat pesan singkat aku mengenal perempuan itu

Tanpa pertemuan

Tanpa tatapan mata yang sangat nikmat di penjamuan pertama

Bahkan tidak ada sedikitpun suara yang aku dengar tantang namanya

 

Lewat pesan

Pada setiap detak jam

Dia memberikan ketenangan dan kedamaian

Waktu selalu memberikan khayal tentangnya

 

Perempuan itu datang seperti kalimat

Yang sering dilontarkan orang-orang jomblo

Tak usah resah tentang seorang kekasih yang tak bisa kau temui

Karena Tuhan menciptakan manusia dengan berpasangan

Siapapun jodohmu dia akan datang dengan berbagai cerita yang sangat menarik sekali

 

Cukup dengan sajak singkat ini

Aku telah menggambarkan tentangmu

Bahwa tentangmu suatu kesederhanaan yang sangat menarik untuk kumiliki

Yogyakarta, 2019

 

SEBUAH JAWABAN

Mencintai bukan tentang sebuah kemegahan

Atau paras yang mempesona

Cinta adalah kedamaian dan ketenangan yang telah kau tawarkan untukku

Taukah kau, sayang

Ketenangan dan kedamaian yang sebelumnya aku sulit temukan

Aku telah mendapatkan darimu

Cukup sekian

Aku rasa kau telah mengerti tentang sebuah jawaban dari petanyaanmu

Kenapa aku mencintaimu dengan sesingkat mungkin dan menawarkan kesetiaan untukmu

Yogyakarta, 2019

 

MENEMUKAN JALAN ATAS KEPENATAN

Aku bingung

Berjalan tak menemukan tujuan

Aku bisu di tengah keramaian

Aku gila di kesunyian

Aku tidak bisa berbuat apa-apa

Pikiran membawaku kepada tempat yang sangat menakutkan

Doaku tidak kunjung mengobatinya

Aku bingung

Aku terkurung

Dan ternyata aku butuh kopi buatanmu sayang

Oleh orang-orang yang hanya memikirkan isi perutnya sendiri

Yogyakarta, 2019

 

Ziarah Cinta Habibie-Ainun

Pada jarak dan waktu

Tak usah risau dengan rindu itu

Yang tak kunjung bertemu

Lihatlah betapa tabahnya Habibie

Untuk melepas rindu

Dia hanya memeluk makam kekasihnya

Bahkan Sampai kematiannya tiba

Dia membawa kesetiaan cintanya kepada Ainun yang lebih awal meninggalkannya

Yogyakarta, 2019

 

*Rudi Santoso, lahir di Sumenep, Madura. Menempuh Sarjana Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beberapa puisinya terbit di berbagai media cetak lokal dan nasional. Buku puisi tunggalnya “Kecamuk Kota” Halaman Indonesia 2019.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed