oleh

Ini Susunan Direksi-Komisaris Baru Pertamina

-Nasional-177 views

Jakarta, Radar Pagi – PT Pertamina (Persero) langsung melakukan perombakan jajaran Direksi dan Komisaris lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bisa (RUPSLB).

Untuk tiga jabatan Komisaris ada Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng. Lalu Budi Gunadi Sadikin yang diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama (Wakomut) Pertamina menggantikan Arcandra Tahar.

Ada pula Condro Kirono yang menggantikan Gatot Trihargo. Selain itu, jajaran Direksi Emma Sri Martini diangkat menjadi Direktur Keuangan Perseroan menggantikan Dirkeu sebelumnya Pahala Mansury yang ditunjuk oleh Erick Thohir menjadi Direktur Utama Bank BTN.

“Jadi sekitar jam 10 sudah diadakan penyerahan keputusan dari Menteri BUMN selaku RUPSLB ya PT Pertamina tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota direksi maupun Dewan Komisaris baru,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Perombakan Direksi dan Komisaris ini ditandai dengan penyerahan SK oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Keputusan ini berlaku sejak 22 November 2019 lalu.

“Untuk komisaris SK nomor 282/MBu/11/2019. Sedangkan untuk anggota Direksi SK/283/MBU/11/2019. SK tadi diserahkan oleh wamen BUMN II ya. pak Kartiko,” jelasnya.

Buka Nomor Pengaduan

Sementara itu, Ahok berharap dukungan masyarakat untuk mengawasi kinerja perseroan. Misalnya dengan membuka banyak nomor pengaduan yang bisa dilaporkan masyarakat.

“Saya harapan dukungan doa masyarakat terus juga dukungan informasi dari masyarakat, informasi dari pengawasan jadi masyarakat melaporkan kepada kami,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurut Ahok, sistem pengaduan ini dinilai sangat penting untuk membantu mengawasi kinerja perseroan. Semakin banyak aduan yang masuk maka semakin bagus pula kinerja perseroan karena bisa mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki.

“Jadi kami lihat sistem istilahnya kayak itu loh jadi kan selalu ada nomor pengaduan kan, semakin banyak ada nomor pengaduan semakin banyak melapor kita akan menolong kami melakukan pengawasan lebih baik,” katanya.

Menurut Ahok, tidak mungkin perseroan bisa mengawasi apa yang dikeluhkan masyarakat tentang Pertamina hanya dengan beberapa orang. Karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas.

“Karena kita enggak mungkin mengawasi tanpa informasi ya istilahnya kayak dulu di Jakarta, Aplikuasi Qlue kita bisa awasin. Nah tujuan saya adalah membantu ibu Nicke dan teman-temannya berhasil jadi Dirut Pertamina dalam sejarah kita itu tugas saya,” katanya. (rian/gunawan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed