oleh

Oknum Satpol PP Jakarta Kuras Rp 50 M Duit ATM, 41 Orang Jadi Tersangka

-Hukum-143 views

Jakarta, Radar Pagi – Kasus pembobolan uang dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menggegerkan publik. Uang yang berhasil mereka sikat mencapai Rp 50 miliar.

Hasil penyelidikan sementara, oknum Satpol PP itu memanfaatkan celah keamanan pada sistem perbankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, modus pelaku yakni mengambil uang menggunakan kartu Bank DKI di mesin ATM sesuai nominal yang diinginkan. Namun saldo yang terpotong hanya Rp4 ribu, sementara transaksi tarik tunai berhasil. Jadi, misalnya pelaku menarik uang Rp1 juta dari rekeningnya, maka saldo tabungannya hanya berkurang Rp4 ribu.

Yang menjadi masalah, pelaku tidak segera melaporkan kejanggalan itu kepada pihak bank atau kepolisian. Pelaku justru melakukannya berkali-kali. Bahkan mengajak orang lain mencobanya.

“Dia ulangi beberapa kali sejak April hingga Oktober 2019, kemudian disampaikan ke teman-temannya jumlahnya hampir sekitar 41 orang,” kata Yusri, beberapa waktu lalu.

Sementara Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan ada 41 orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembobolan ATM Bank DKI. Dari 41 orang, 13 di antaranya sudah dilakukan pemeriksaan.

Iwan menjelaskan bahwa dari 41 tersangka, ada oknum anggota Satpol PP DKI Jakarta yang dijadikan tersangka. Tapi dia tak mengungkapkan berapa jumlah oknum Satpol PP-nya. Para tersangka adalah orang-orang yang mengambil uang dengan menggunakan ATM mereka.

“Untuk sementara, kami menetapkan tersangka karena orang-orang yang mengambil uang dengan menggunakan ATM mereka,” kata Iwan di Jakarta, Senin (25/22/2019).

Salah satu tersangka oknum Satpol PP DKI Jakarta berinisial I diketahui juga meminta empat temannya membuat rekening tabungan dan kartu ATM. I kemudian memberi imbalan kepada empat orang itu sebesar Rp5 juta, setelah buku tabungan yang mereka buat diambil oleh I.

I kemudian melakukan penarikan berulangkali dengan menggunakan ATM dari empat buku tabungan itu.

Sementara anggota Satpol PP yang pertama kali melakukan pembobolan berinisial MR. Dia melakukan tindakan pembobolan di ATM Bersama, setelah menemukan celah bahwa uang bisa diambil dengan saldo hanya berkurang Rp4 ribu. Kabarnya, dia menemukan cara itu setelah tidak sengaja salah memasukkan nomor PIN. (safrizal)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed