oleh

Bebas Salmonella, Telur Ayam Kampung Aman Dimakan Mentah

-Kesehatan-240 views

Bogor, Radar Pagi –  Ayam kampung ternyata memiliki kemampuan mengeliminasi kuman, khususnya salmonella, karena sel imunnya luar biasa. Karenanya  tidak pernah ada temuan salmonella di telur ayam kampung,  sehingga telur ayam kampung aman dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Hal itu dikatakan Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan, IPB, Prof Dr Ir Niken Ulupi, di Kampus Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, beberapa saat lalu.

Sementara pada ayam ras, meskipun diberi pakan yang bagus tapi antibodi di dalam darahnya sedikit, sehingga tidak mampu mengatasi serangan kuman dari luar.

“Kalau (telur ayam ras) direbus tidak matang maka bisa mengakibatkan diare (ringan), tipes (sedang) atau parahnya mati. Kalau ada orang kena tipes, jarang yang curiga kalau penyebabnya bisa dari telur,” ujar Niken.

Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam asli dan ayam lokal Indonesia memiliki kemampuan hidup pada suhu tinggi di daerah tropis, dengan pakan marjinal atau berkualitas rendah dan lingkungan tidak higienis serta biaya pemeliharaannya yang lebih murah. Ayam tersebut tetap hidup dan tetap mengalami peningkatan populasi meskipun tidak tinggi.

“Ayam asli dan ayam lokal Indonesia memiliki keunggulan tahan lingkungan panas, tahan penyakit infeksi bakteri dan virus. Daging ayam kampung memiliki lemak intramuskuler lebih tinggi dengan cita rasa yang khas namun lebih sehat. Ini karena kandungan kolesterol dan malonaldehidenya lebih rendah daripada daging yang dihasilkan ayam ras,” tambahnya.

Namun, kata dia,  keunggulan ini harus diikuti dengan peningkatan laju pertumbuhan ayam asli dan ayam lokal. Agar dapat berperan sebagai penghasil daging, ayam-ayam asli ini dapat disilangkan dengan parent stock pedaging, sehingga kecepatan pertumbuhannya meningkat.

“Inilah yang dilakukan Prof Cece Sumantri, Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan IPB University. Ayam lokal IPB D1, rumpun baru hasil rintisan Prof Cece dan tim ini dapat dipanen di usia 12 minggu dengan bobot hidup menyamai ayam broiler umur 5 minggu (1,5 kilogram per ekor),” terangnya.

Menurut Niken, ayam IPB D1 ini sudah mendapatkan SK dari Kementerian Pertanian dengan nomor 693/Kpts/PK.230/M/9/2019. (heri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed