oleh

Ini Alasan Jokowi Kabulkan Grasi Koruptor Annas Maamun

-Nasional-169 views

Jakarta, Radar Pagi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya terkait pemberian grasi terhadap terpidana kasus korupsi Annas Maamun.

Menurut Jokowi, pemberian grasi tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan dari Mahkamah Agung (MA) dan juga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

“Kenapa itu diberikan? Karena memang dari pertimbangan MA seperti itu. Pertimbangan yang kedua dari Menko Polhukam juga seperti itu. Yang ketiga, memang dari sisi kemanusiaan memang umurnya juga sudah uzur dan sakit-sakitan terus. Sehingga dari kacamata kemanusiaan itu diberikan,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Ia menegaskan, grasi merupakan hak yang dimiliki Presiden atas pertimbangan dari MA dan diatur dalam UUD. Namun, kata dia, tak semua grasi yang diajukan akan dikabulkan.

“Coba di cek berapa yang mengajukan berapa ratus yang mengajukan dalam satu tahun. Yang dikabulkan berapa dicek betul,” kata Jokowi.

“Kalau setiap hari kita keluarkan grasi untuk koruptor, setiap hari atau setiap bulan, itu baru, itu baru silakan dikomentari,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemberian grasi ke Annas mendapat kritik keras dari Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW mempertanyakan komitmen Jokowi dalam pemberantasan korupsi. Meski, di saat bersamaan, ICW menilai selama ini sikap Jokowi terhadap isu itu tidak jelas.

“Namun, sikap dari Presiden Joko Widodo ini mesti dimaklumi, karena sedari awal Presiden memang sama sekali tidak memiliki komitmen antikorupsi yang jelas. Jadi jika selama ini publik mendengar narasi antikorupsi yang diucapkan oleh Presiden itu hanya omong kosong belaka,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Selasa (26/11/2019) kemarin. (gunawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed