oleh

9 ABK Delima Prima yang Diselamatkan Nelayan Paciran Diserahkan ke Keluarga

-NUSANTARA-151 views

Lamongan, Radar Pagi – Sembilan awak penumpang kapal Delima Prima yang kapalnya tenggelam dan di sekitar Pulau Bawean, dan diselamatkan nelayan asal Paciran Lamongan, baru-baru ini diserahkan pada keluarga.

“Para korban diserahkan kepada keluarga yang mewakili dari Keagenan Pelayaran Rakyat Unggul Jaya Bahari, Ahmad Ariady,” kata Kasatpolair, AKP Fadelan kepada Surya, beberapa saat lalu.

Penyerahan para korban ini, menurut Fadelan setelah ditempuh melalui prosedur yang dibenarkan. Pertama mereka diperiksa, lalu diperiksa kesehatannya, kemudian diserahkan pada keagenan Pelayaran Rakyat Unggul Jaya Bahari.

Saat penyerahan ini, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Kapolsek Brondong, AKP Sunaryo Putra, pihak syahbandar, dan nakhoda KMN Lancar Abadi yang menolong korban juga turut menyaksikan penyerahan tersebut.

Setelah diserahkan, kewajiban selanjutnya ada di tangan Keagenan Pelayaran Rakyat Unggul Jaya Bahari yang akan memulangkan para korban untuk dipertemukan dengan anggota keluarga masing – masing.

“Selama pemeriksaan kesehatan sesaat setelah tiba di Pelabuhan TPI Brondong, semuanya dalam kondisi sehat,” ungkap Fadelan.

Fadelan menggambarkan raut wajah keceriaan para korban saat pihak keagenan, atau perusahaan para abk menjemput untuk membawa mereka pulang.

Walau demikian, Fadelan tidak mendapati informasi kapan perkiraan para korban akan tiba di rumah masing-masing.

Fadelan berharap para ABK dimanapun mempunyai solidaritas dan pemahaman yang cukup tinggi jika menjumpai musibah atau kecelakaan laut, seperti yang dilakukan nelayan kapal Lancar Abadi dari Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Sekadar diketahui, nelayan Lancar Abadi asal Dengok Kandangsemangkon Kecamatan Paciran menyelamatkan sembilan ABK Kapal Delima Prima pengangkut kayu yang tenggelam di laut pada Kamis (25/2/2016) malam.

Saat itu 11 nelayan asal Lamongan sedang melakukan lego jangkar di perairan sebelah selatan Bawean untuk mencari ikan, lalu mendapati ke sembilan ABK tadi naik sekoci.

Informasinya, kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Nakhoda kemudian melakukan penyelamatan dengan merakit sekoci membawa seluruh penumpang untuk mencari pertolongan dan akhirnya bertemu dengan KMN Lancar Abadi.

Kapal pengangkut kayu ini bertolak dari Pelabuhan Batu Putih Kabupaten Berau Samarinda pada Sabtu (20/2/2016) pukul 01.00 WITA dengan tujuan pelabuhan Gresik Jatim.

Kapal ini lalu tenggelam di perairan sebelah selatan Bawean, tepatnya di koordinat 06°05’395″ LS dan 113°34’067″ BT. (Med/rino)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed