oleh

Warga DKI Masih Kesulitan Punya Rumah, Anies Kenapa Malah Bangun Hotel?

-NUSANTARA-152 views

Jakarta, Radar Pagi – Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, pada Rabu (27/11/2019), DPRD DKI Jakarta menolak pembangunan hotel di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Untuk itu, mereka memotong penyertaan modal daerah (PMD) yang akan digunakan oleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) untuk membuat hotel.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. Selain anggota Banggar dan ketua komisi-komisi, hadir pula Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah.

TAPD mengajukan Rp 3,106 triliun, namun DPRD DKI Jakarta menyampaikan usulan Rp 2,706 triliun. “Nggak usah ada hotel daripada ramai (ribut),” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi saat rapat.

Sementara Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik melontarkan pertanyaan apa pentingnya Pemprov DKI membangun hotel baru.

“Ketika masuk pembahasan hotel ini jadi bahan pertimbangan kita, kita drop. Kita kan duit kurang, kenapa kita harus bangun bangunan baru? Jadi di-drop-nya sebanyak Rp400 miliar jadi Rp200 miliar,” kata Taufik, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/11).

Menurut Taufik, banyak warga yang tidak menyepakati pembangunan hotel tersebut. Terlebih, DKI masih mengejar pendapatan daerah yang belum tercapai.

“Pertimbangannya adalah ada yang menjadi wacana publik hampir semua sepakat bahwa berkaitan revitalisasi untuk tidak dibangun,” ungkap dia.

Di tempat yang sama, Anggota Banggar DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan bahwa DKI harus menjaga marwah pusat kebudayaan. Ia mengingatkan agar DKI tidak mencari uang di tengah-tengah pusat kebudayaan sebagai biaya operasional.

“Kita tiadakan saja sekaligus kalau memang tidak ada yang pasti. Kita harus jaga marwah TIM sebagai pusat budaya. Jangan dijadikan sumber pendapatan. Ya tugas Jakpro untuk mencari uang, jangan dibebankan di TIM,” tegas dia.

Diketahui, hotel di TIM rencananya akan dibangun di atas galeri, perpustakaan, dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin. Ada beberapa lantai yang akan dijadikan hotel dalam bangunan tersebut.

Banyak pihak mengecam langkah Anies membangun hotel tersebut, apalagi di kompleks kebudayaan. Banyak netizen malah menuding proyek hotel ini cuma akal-akalan Anies saja untuk cari duit (korupsi) atau memberi makan orang-orangnya sendiri.

Netizen mengkritik langkah Anies membangun hotel sementara janjinya untuk membangun perumahan murah bagi warga DKI saja 0 besar, lantaran rumah DP0% yang dulu dia agung-agungkan saat kampanye dibangun hanya sedikit dan itu pun calon pembeli dikenakan biaya administrasi yang nilainya mencapai puluhan juta, serta cicilan perbulannya pun mencapai jutaan rupiah. (safrizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed