oleh

Keluarga Korban Tabrak Lari Mohon Keadilan Pada Presiden dan Kapolri  

-Hukum-167 views

Malang, Radar Pagi – Kholifah selaku keluarga korban tabrak lari Mukidi dan anaknya, Bambang, meminta keadilan dari pihak kepolisian untuk menindak tegas penabrak adik dan bapaknya.

Bahkan permohonan Kholifah  tersebut akan langsung ditujukan ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

“Saya akan minta kepada Pak Jokowi, Pak Kapolri agar yang menabrak adik dan bapak saya dihukum sesuai hukum di negara ini,” ucapnya dengan raut muka sedih saat dihubungi RadarPagi.com, Senin (2/12/2019).

Kholifah mengaku pihak keluarga pengendara sudah mendatanginya untuk meminta maaf, dan dirinya memaafkan. Namun anak kedua dari almarhum Mukidi itu tetap meminta proses hukum dilanjutkan.

“Saya beserta keluarga kami sudah memamaafkan, akan tetapi kami beserta keluarga meminta untuk kasus ini dapat ditegakkan seadil-adilnya karena di sini saya sudah kehilangan adik dan bapak. Saya  mohon kasus ini ditegakkan seadil-adilnya,” kata Kholifah.

Doa dan dukungan terus mengalir dari berbagai kalangan untuk korban. Keluarga pun berterima kasih kepada tamu yang hingga saat ini terus berdatangan untuk saling mendoakan.

“Terima kasih banyak atas kedatangannya, terima kasih semuanya ya,” tutup keluarga korban sembari menyalami para takziah.

Mobil pelaku tabrak lari

Dalam pemberitaan sebelumnya, Mukidi dan Bambang yang berprofesi sebagai tukang sampah ditabrak mobil hingga tewas di Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, Jumat (29/11/2019) pekan kemarin. Kanit Laka Polresta Malang Kota, Iptu Deddy Catur mengatakan jika sopir berinisial KAP yang diduga menabrak Mukidi dan anaknya telah menyerahkan diri.

Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan. Namun jika mengarah pada undang-undang, pelaku bisa terancam Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebab dalam kasus ini, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah). (Med)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed